Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekad kuat agar Indonesia dapat sepenuhnya terbebas dari ketergantungan impor energi. Pemerintah menargetkan bahwa dalam waktu dekat, Indonesia tidak lagi mengimpor komoditas energi, secara khusus minyak dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto pada momen peluncuran sekaligus peletakan batu pertama atau groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW).
Prabowo menyampaikan penegasan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada pasokan energi luar negeri dan harus segera menghentikannya dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Kita tidak boleh impor lagi 1 barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, 1 tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," ujar Prabowo.
Modal Kuat Kemandirian Energi
Presiden Prabowo memaparkan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk mencapai kemandirian energi nasional. Kemampuan untuk melepaskan diri dari pasokan impor didukung oleh berbagai potensi sumber daya energi domestik yang siap dioptimalkan.
Menurut Prabowo, sejumlah modal kuat yang dimiliki Indonesia mencakup: - Optimalisasi pemanfaatan PLTS 100 GWp. - Pemanfaatan sumber energi panas bumi (geothermal). - Penemuan ladang gas baru di berbagai wilayah tanah air. - Peningkatan lifting minyak domestik secara berkelanjutan.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Tantangan untuk Kementerian ESDM
Demi memastikan realisasi target penghentian impor minyak dan LPG tersebut berjalan sesuai harapan, Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada kesiapan jajaran kementerian teknis. Prabowo secara langsung menanyakan kesanggupan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk merealisasikan target swasembada dan kemandirian energi tersebut.
Dengan perpaduan penguatan energi baru terbarukan melalui proyek PLTS 100 GW, pemanfaatan panas bumi, temuan ladang gas baru, serta dorongan kenaikan lifting minyak domestik, pemerintah menargetkan kemandirian energi nasional dapat terwujud secepatnya.






