Inisiatif mendorong generasi muda membangun perekonomian perdesaan mengemuka dalam Kick Off Festival Duta Desa Gen Z 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (29/8/2026). Melalui tema "Kembali Ke Desa, Tajir Melintir", agenda tersebut menyoroti peluang bagi Generasi Z untuk tidak sekadar menetap di desa, melainkan aktif menggerakkan potensi ekonomi setempat.
Langkah kolaboratif ini mempertemukan regulator, pemerintah daerah, dan sektor perbankan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto hadir langsung bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria. Dari lingkup pemerintah daerah, Gubernur Banten diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten Gunawan Rusminto, didampingi Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah beserta jajaran perangkat daerah, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Serang.
Perluasan Layanan Keuangan Melalui Program Gen Z Bisa
Keterlibatan perbankan daerah diwujudkan bank bjb dengan memperkenalkan program Gen Z Bisa. Melalui skema ini, generasi muda diarahkan untuk mengambil peran nyata dalam ekosistem keuangan desa dengan menjadi Agen Laku Pandai atau Agen bjb Bisa, bukan hanya bertindak sebagai pengguna layanan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Direktur Operasional bank bjb Herfinia, yang hadir bersama CEO Regional 4 bank bjb Mohammad Mufti dan Pemimpin Cabang bank bjb KCK Banten Faridha Siregar, menyerahkan secara simbolis atribut berupa rompi dan topi Gen Z Bisa kepada perwakilan pemuda yang resmi bertugas sebagai agen.
Kehadiran agen perbankan tanpa kantor cabang ini dirancang untuk mempermudah akses transaksi warga di tingkat tapak sekaligus membuka peluang perolehan pendapatan mandiri bagi kalangan muda yang mengelolanya.
Manfaat Transaksi Warga dan Peluang Pendapatan Agen
Dari perspektif praktisi di lapangan, kehadiran agen layanan keuangan mulai mengubah kebiasaan transaksi masyarakat desa. Perwakilan Agen bjb Bisa, Muhammad Ribkhi Aprilaganta, mengungkapkan bahwa layanan yang dikelolanya kini dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan pembayaran rutin.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurut penuturan Ribkhi, warga desa yang awalnya merasa asing kini mulai terbiasa membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, hingga transfer antarbank secara cepat dan praktis tanpa harus antre di kantor perbankan. Selain mempermudah urusan warga sekitar, peran tersebut memberikan penghasilan tambahan baginya secara berkelanjutan.
Operasional layanan perbankan dan keagenan bank bjb ini berjalan di bawah izin serta pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), sekaligus tercatat sebagai peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).






