Bank Mandiri resmi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 menjadi sekitar 5,34%. Angka perkiraan terbaru ini naik dari proyeksi sebelumnya yang dipatok sebesar 5,2%, didorong oleh performa ekonomi nasional yang tetap kokoh sepanjang paruh pertama tahun ini.
Secara kumulatif, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tercatat mencapai 5,45%. Capaian tersebut membuka peluang besar bagi perekonomian domestik untuk melaju lebih kencang hingga penutupan tahun.
Ekonom Bank Mandiri, Diah Ayu Yustina, menyampaikan bahwa terdapat dua penggerak utama yang menjadi penopang kinerja ekonomi pada kuartal II-2026, yaitu realisasi belanja pemerintah serta penguatan di sektor investasi.
Belanja Pemerintah dan Investasi Jadi Penopang Utama
Pada kuartal II-2026, belanja pemerintah tercatat masih mampu tumbuh sekitar 16%. Walaupun angka tersebut melambat jika dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang mencapai 21%, pengeluaran pemerintah tetap berfungsi efektif sebagai stimulus utama aktivitas ekonomi domestik.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Akselerasi serapan anggaran tersebut didorong oleh bergulirnya sejumlah program prioritas. Penyaluran anggaran berfokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, serta kelanjutan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di berbagai wilayah.
Pada saat yang sama, aktivitas penanaman modal turut menunjukkan perbaikan signifikan. Laju pertumbuhan investasi pada kuartal II-2026 tercatat menyentuh 6,9%, lebih tinggi dibandingkan realisasi pada kuartal sebelumnya, sehingga makin memperkuat fondasi ekspansi ekonomi nasional.
Normalisasi Konsumsi Rumah Tangga
Di sektor konsumsi domestik, konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 membukukan pertumbuhan sebesar 5,1%. Angka ini termoderasi dibandingkan dengan kuartal I-2026 yang sempat menembus 5,5%.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Perbedaan pertumbuhan konsumsi tersebut dipengaruhi oleh faktor musiman. Belanja masyarakat pada kuartal pertama terdorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang secara historis memicu lonjakan transaksi, sebelum kemudian kembali ke pola normal pada kuartal kedua.
Dengan sokongan kuat dari program belanja prioritas, tren kenaikan investasi, serta konsumsi masyarakat yang tetap terjaga di atas 5%, Bank Mandiri memproyeksikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus berlanjut hingga mencapai 5,34% pada akhir 2026.






