Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mencatat penindakan terhadap 55 kasus judi online (judol) dengan total 123 tersangka yang berhasil ditangkap sepanjang tahun 2026 hingga awal September.
Dalam pemutakhiran data per 2 September 2026, kepolisian telah menyita aset bernilai Rp 131,1 miliar dari 353 rekening bank, ditambah dana sebesar USD 4.738 dari satu rekening terkait aktivitas perjudian daring tersebut.
Penindakan ini mencakup pengungkapan jaringan pengelola situs judol berskala besar, seperti 1XBET, AJ8KEREN, dan EMPIRE88, yang mencatatkan nilai transaksi hingga Rp 1 triliun. Selain itu, Bareskrim turut membongkar sindikat yang memanfaatkan pola promosi lewat spam komentar di media sosial Instagram dengan estimasi omzet mencapai Rp 90 miliar per tahun.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tren Penurunan Transaksi dan Modus Kejahatan
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran dana judi online menunjukkan tren penurunan bertahap dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, perputaran dana sempat menyentuh Rp 359,8 triliun dari 1.626 kasus dan 1.999 tersangka. Angka tersebut turun pada 2025 menjadi Rp 286,8 triliun dari 665 kasus dan 744 tersangka. Sementara itu, pada semester pertama 2026, nilai perputaran dana tercatat sekitar Rp 86,8 triliun.
Meskipun perputaran nominal mulai melandai, pola operasional sindikat terus beradaptasi secara teknis. Para pelaku menyamarkan aliran transaksi keuangan menggunakan skema layering, akun atas nama orang lain (nominee), dompet digital (e-wallet), hingga aset kripto. Di sisi infrastruktur digital, jaringan judol kerap berganti domain, mendirikan mirror site, atau mengalihkan metode promosi ketika akses situs utama diblokir.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk menekan ruang gerak sindikat, Polri memperkuat koordinasi lintas lembaga bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PPATK, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia guna mempercepat pemutusan akses situs web serta pemblokiran rantai peredaran dana ilegal.






