Aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, kembali berhadapan dengan ancaman hukuman penjara setelah menyatakan mengaku bersalah dalam kasus pelanggaran keamanan nasional untuk kedua kalinya. Pengakuan bersalah tersebut muncul di saat ia sedang menyelesaikan hukuman dari perkara sebelumnya dan dijadwalkan bebas pada Januari mendatang.
Wong, yang kini berusia 29 tahun, saat ini masih menjalani vonis penjara 4 tahun 8 bulan atas keterlibatannya dalam kasus subversi. Dalam kasus terbarunya, Wong didakwa telah bersekongkol dengan aktivis lain untuk mendorong penerapan sanksi asing terhadap China dan Hong Kong pada tahun 2020.
Dakwaan Kampanye Lobi Internasional
Jaksa penuntut menyebutkan bahwa perkara ini berkaitan erat dengan kampanye yang diistilahkan sebagai "International Battlefront". Dalam kampanye tersebut, Wong dan rekan-rekannya dituduh menjalankan upaya lobi terhadap sejumlah politisi di Amerika Serikat guna mendesak pemberlakuan sanksi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Beberapa politisi Amerika Serikat yang menjadi sasaran lobi antara lain mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi serta Senator Marco Rubio. Menyusul langkah tersebut dan bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Keamanan Nasional oleh Beijing pada tahun 2020, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari selusin pejabat Hong Kong dan China. Pihak penuntut menilai sanksi tersebut memperlihatkan bahwa rencana yang dijalankan kelompok tersebut memberikan dampak yang nyata.
Rekam Jejak dan Ancaman Vonis Baru
Dalam proses persidangan, pengacara Joshua Wong, Derek Chan, menyampaikan bahwa kliennya sejauh ini telah menghabiskan waktu sekitar enam tahun di dalam penjara akibat berbagai perkara hukum yang menjeratnya. Derek Chan mengakui bahwa ancaman hukuman maksimal untuk kasus keamanan nasional yang baru ini bisa mencapai 10 tahun penjara. Namun, ia secara resmi memohon kepada majelis hakim untuk memangkas hukuman kliennya menjadi lima tahun.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Sosok Joshua Wong sendiri pertama kali dikenal luas saat ia berusia 15 tahun ketika memimpin gerakan penolakan terhadap rencana penerapan kurikulum pendidikan kewarganegaraan China di sekolah-sekolah Hong Kong. Setelah aksi tersebut, Wong berkembang menjadi salah satu tokoh kunci dalam Gerakan Payung pada tahun 2014 serta ikut mendirikan partai pro-demokrasi Demosisto.






