Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan masih berada di dalam pipeline pencatatan saham hingga 28 Agustus 2026. Dari daftar calon emiten yang bersiap menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) tersebut, sektor kesehatan tercatat menjadi kelompok yang paling mendominasi antrean.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menjelaskan bahwa empat dari tujuh entitas di dalam pipeline IPO berasal dari sektor healthcare. Sementara itu, komposisi tiga calon emiten lainnya terbagi rata, yakni masing-masing satu perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, sektor Energy, dan sektor Industrials.
Ditinjau dari skala aset, calon emiten yang berada di antrean pencatatan bursa memiliki profil ukuran yang beragam. Rinciannya terdiri atas dua perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar, dua perusahaan skala menengah dengan nilai aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta tiga perusahaan skala besar dengan kepemilikan aset di atas Rp 250 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Adapun sepanjang tahun 2026 hingga 28 Agustus, BEI telah membukukan pencatatan saham dari tujuh perusahaan baru. Dari keseluruhan aksi go public yang telah rampung tersebut, total penghimpunan dana yang berhasil diraup mencapai Rp 2,16 triliun.
Selain pencatatan saham baru, aktivitas penghimpunan dana di pasar modal juga berlangsung pada instrumen Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) serta aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. BEI mencatat sebanyak 122 emisi EBUS dari 62 penerbit telah diterbitkan dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp 112 triliun. Di samping itu, masih terdapat 14 emisi EBUS dari sembilan penerbit yang saat ini tercatat di dalam pipeline.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sementara itu, untuk aksi rights issue, tercatat 15 perusahaan telah merampungkan penerbitan dengan nilai perolehan dana mencapai Rp 15,85 triliun. BEI mengonfirmasi masih ada satu perusahaan dari sektor Properties & Real Estate yang saat ini berada di dalam antrean pelaksanaan rights issue.






