Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara atau suspensi perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar. Keputusan perpanjangan suspensi ini berlaku efektif di seluruh pasar hingga adanya pengumuman bursa lebih lanjut.
Kebijakan tersebut merujuk pada Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00018/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 8 September 2026 mengenai Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).
Langkah perpanjangan suspensi diambil setelah otoritas bursa mencermati bahwa emiten BUMN karya tersebut menunda sejumlah kewajiban pembayaran yang telah jatuh tempo pada 8 September 2026. Penundaan itu mencakup pembayaran pokok utang, bunga obligasi, hingga pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Secara terperinci, WIKA menunda pemenuhan kewajiban pokok atas dua instrumen surat utang, yakni Pokok Seri B Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (WIKA02BCN1) serta Pokok Seri B Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (SMWIKA02BCN1).
Selain pembayaran pokok instrumen tersebut, perseroan juga belum menuntaskan pembayaran kupon bunga ke-20 untuk Seri B Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (WIKA02BCN1) dan kupon bunga ke-20 untuk Seri C Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021.
Pada saat yang sama, WIKA turut menunda pembayaran pendapatan bagi hasil ke-20 atas Seri B Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (SMWIKA02BCN1) serta pendapatan bagi hasil ke-20 untuk Seri C Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 (SMWIKA02CCN1).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Berdasarkan penilaian BEI, rangkaian penundaan pembayaran pokok, bunga, serta bagi hasil surat utang tersebut mengindikasikan adanya permasalahan terhadap kelangsungan usaha perseroan.
Dengan kelanjutan status suspensi perdagangan tersebut, saham WIKA saat ini masih tertahan di level harga Rp204 per saham dengan kapitalisasi pasar perseroan tercatat sebesar Rp8,13 triliun.






