PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP), entitas bisnis yang lahir dan berkembang dari ekosistem riset Universitas Gadjah Mada (UGM), bersiap untuk mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan jadwal aksi korporasi tersebut, perseroan direncanakan melantai di bursa saham domestik pada 10 September 2026.
Dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), SWAP menawarkan harga saham pada rentang Rp130 hingga Rp140 per saham. Langkah melantai di pasar modal ini menandai ekspansi strategis perseroan dalam membawa portofolio bisnis produk kesehatan, herbal, serta pangan fungsional ke ranah publik.
Integrasi Riset dan Manufaktur Kesehatan
Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas, menyampaikan bahwa perseroan menjalankan model bisnis terpadu yang memadukan aktivitas riset ilmiah, pengembangan produk, kegiatan manufaktur, hingga tahap komersialisasi di industri kesehatan. Melalui pendekatan berbasis riset tersebut, SWAP memfokuskan portofolio pada tiga segmen utama, yakni alat kesehatan, produk herbal, dan pangan fungsional.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Integrasi dari laboratorium riset hingga jalur komersial memungkinkan perseroan mengoptimalkan hilirisasi inovasi kesehatan. Fondasi yang berakar dari ekosistem akademis UGM memberikan keunggulan dalam pengembangan produk-produk kesehatan yang teruji dan memiliki nilai tambah tinggi bagi masyarakat.
Realisasi Kinerja Keuangan dan Alokasi Dana IPO
Dari segi catatan keuangan, perseroan membukukan peningkatan kinerja operasional sepanjang paruh pertama tahun 2026. Pada semester I 2026, pendapatan SWAP tercatat tumbuh sekitar 77 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan yang pesat tersebut diiringi dengan perbaikan profitabilitas, di mana perseroan berhasil membukukan penurunan kerugian bersih secara signifikan pada semester I 2026.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Manajemen perseroan berencana mengoptimalkan dana yang diperoleh dari aksi penawaran umum perdana saham untuk sejumlah kebutuhan korporasi strategis. Dana hasil IPO tersebut akan dialokasikan untuk pemenuhan modal kerja, pengembangan produk dan fasilitas, pendanaan kegiatan pemasaran, serta pemenuhan pembayaran kewajiban perseroan.






