Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui maupun mengenal istilah poros Solo yang ramai diperbincangkan sebagai salah satu poros kuat dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Bestari menilai penyematan nama poros Solo tersebut sekadar dugaan yang tidak memiliki dasar. Kendati kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia saat ini dipimpin oleh putra bungsu Joko Widodo, Kaesang Pangarep, Bestari menegaskan bahwa narasi tersebut murni spekulasi luar.
"Kami enggak kenal poros Solo. Asumsi liar aja itu mungkin," kata Bestari.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bestari menambahkan bahwa PSI saat ini tidak memusingkan manuver terkait kontestasi 2029. Ia menjelaskan partainya tengah memusatkan seluruh fokus pada penyelesaian proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Isu mengenai keberadaan poros-poros kekuatan politik tersebut sebelumnya diutarakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Selain poros Solo, Doli menyebutkan dua poros lainnya, yaitu Cikeas dan Teuku Umar. Doli mengidentifikasi Poros Solo dan Poros Cikeas sebagai kekuatan politik yang telah memasang kuda-kuda persiapan menuju pilpres yang akan datang.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Doli menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), di kantor DPP Partai Demokrat. Sikap AHY dalam acara tersebut dinilai Doli sebagai gestur poros politik Cikeas untuk maju di bursa pilpres. Dalam pidatonya, AHY meminta seluruh kader Partai Demokrat, baik yang bertugas di ranah eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah, agar senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat di lapangan.
Sementara untuk poros Solo, Doli menilai indikasi kesiapannya tampak dari beredarnya video pernyataan Ketua Umum relawan Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat ramai di media sosial saat tengah duduk bersama Joko Widodo. Doli memandang pernyataan tersebut sebagai sinyal kesiapan poros Solo dalam menyambut pilpres mendatang.






