tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/PINJAMAN ONLINE

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM

Lidya RumbayanDiterbitkan 4 Sep 2026 - 05.13 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Bank Indonesia (BI) memperkuat kebijakan likuiditas perbankan guna memastikan ketersediaan dana tidak hanya tertahan di dalam sistem keuangan, melainkan tersalurkan langsung menjadi pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor prioritas.

Langkah penguatan transmisi likuiditas ini ditempuh melalui sinergi lintas lembaga serta penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Bank sentral secara resmi menaikkan batas insentif KLM dari yang sebelumnya 5,5% menjadi 6% terhitung mulai September 2026.

Berdasarkan catatan perbankan hingga awal Agustus 2026, total insentif likuiditas yang telah dikucurkan mencapai Rp446,5 triliun. Angka tersebut setara dengan 5,02% dari total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Ruang Penyaluran Kredit dan Kinerja Perbankan

Meskipun aliran likuiditas terus digelontorkan, masih terdapat ruang ekspansi yang cukup lebar pada sektor pembiayaan. Hal ini terlihat dari besaran undisbursed loan, yakni porsi plafon kredit yang telah disetujui pihak bank namun belum ditarik sepenuhnya oleh para debitur.

Di sisi lain, tren pertumbuhan kredit saat ini berjalan merata pada berbagai kelompok perbankan, baik di kelompok bank milik negara (Himbara) maupun bank swasta nasional. Untuk memaksimalkan dampaknya ke sektor riil, penguatan pembiayaan UMKM membutuhkan kerja sama terpadu antara Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), industri perbankan, dan para pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Ketahanan Sistem Keuangan dan Peran LPS

Kondisi industri perbankan nasional secara umum dinilai tetap dalam posisi yang sehat dan stabil. Ketahanan tersebut ditopang oleh permodalan yang kuat, tingkat risiko kredit yang terjaga rendah, serta pertumbuhan DPK yang berkesinambungan.

Dalam menjaga stabilitas sistem perbankan dan pengendalian biaya operasional, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memanfaatkan instrumen Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Penetapan suku bunga penjaminan yang bergerak dinamis mengikuti kondisi suku bunga pasar berfungsi menjaga disiplin pasar sekaligus memastikan biaya dana (cost of funds) perbankan tetap terkendali dengan baik.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaKredit UMKM

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap