PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memastikan potensi risiko kredit macet dari pembiayaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berada pada tingkatan yang relatif rendah. Kepastian minimnya risiko pembiayaan tersebut didasari oleh skema pengembalian proyek yang dananya bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam pelaksanaan proyek ini, BNI bersama bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berpartisipasi aktif menyalurkan pembiayaan kredit untuk program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang digarap pemerintah melalui Agrinas.
Mengenai beban bunga pinjaman, suku bunga kredit yang disepakati untuk program KDMP ditetapkan sebesar 6 persen. Tingkat suku bunga pembiayaan ini berada di bawah rata-rata suku bunga kredit komersial BNI yang umumnya berada pada kisaran 7 persen.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kinerja Penyaluran Kredit dan Keuangan Semester I-2026
Keterlibatan dalam pembiayaan program tersebut berjalan beriringan dengan ekspansi intermediasi perseroan yang terus mencatatkan pertumbuhan. Penyaluran kredit BNI telah mencapai Rp969 triliun hingga akhir semester I-2026. Portofolio kredit tersebut membukukan pertumbuhan sebesar 24 persen secara tahunan, yang disalurkan secara merata ke berbagai segmen pembiayaan mulai dari korporasi, menengah, UMKM, hingga konsumer.
Kinerja penyaluran kredit yang solid turut mengantarkan perseroan membukukan laba inti atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) tertinggi dalam lima tahun terakhir pada semester I-2026. Capaian PPOP ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Selain NII, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income BNI juga naik 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp9 triliun. Kenaikan pos pendapatan komisi ini didorong oleh pertumbuhan aktivitas transaksi pada layanan perbankan retail banking maupun business banking.
Secara keseluruhan pada sisi bottom line, BNI berhasil membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun hingga akhir semester I-2026. Realisasi laba bersih tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,94 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.






