tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Bima Arya Bicara soal Pentingnya Ketahanan Bencana Sejak Rencana Pembangunan

Retno PurwantoDiterbitkan 9 Sep 2026 - 21.05 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Bima Arya Bicara soal Pentingnya Ketahanan Bencana Sejak Rencana Pembangunan
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Perlindungan terhadap hasil pembangunan dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana dinilai harus dimulai sejak tahap awal perencanaan. Pola penanganan yang hanya bertumpu pada langkah tanggap darurat saat bencana melanda dianggap tidak lagi memadai untuk meminimalkan risiko kerugian fisik maupun ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dalam agenda Forum for Sustainable Resilience bertema Integrating Institutions for Sustainable Resilience di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Bima menyatakan bahwa ketahanan bencana semestinya dirancang secara matang (by design) sejak program pembangunan disusun oleh pemerintah.

Menurut Bima, Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai potensi bencana. Oleh karena itu, mitigasi risiko bencana tidak boleh dipandang sekadar sebagai beban atau tambahan biaya anggaran, melainkan sebagai bentuk investasi jangka panjang guna menjaga keberlanjutan hasil-hasil pembangunan daerah dan nasional.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Membangun Sistem Terpadu Lintas Lembaga

Keberadaan sejumlah institusi penanggulangan bencana, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian, lembaga teknis, hingga pemerintah daerah (Pemda) dinilai telah memadai dari sisi struktur. Namun, tantangan utama saat ini terletak pada integrasi sistem operasional antarinstitusi di tengah sistem desentralisasi.

Bima menggarisbawahi bahwa penyelarasan mutlak diperlukan pada empat aspek utama, yaitu perencanaan, pemanfaatan data, skema pendanaan, dan pembagian peran lintas sektor. Kesiapsiagaan tidak bisa diserahkan semata-mata pada koordinasi mendadak di lapangan ketika situasi darurat sudah berlangsung.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pengambilan Keputusan Berbasis Data dan Kolaborasi

Untuk mewujudkan ketahanan yang menyeluruh, perumusan kebijakan pembangunan didorong agar senantiasa memanfaatkan basis informasi kebencanaan yang terpadu. Hal ini mencakup peta risiko bencana, data cuaca, sistem peringatan dini, serta kondisi riil masing-masing wilayah administrasi.

Selain integrasi birokrasi, penyusunan langkah ketahanan bencana memerlukan keterlibatan aktif berbagai unsur masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas lokal, hingga organisasi kemasyarakatan dinilai krusial agar strategi mitigasi yang dirancang benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kerentanan spesifik di tiap daerah.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mitigasi BencanaPembangunan Daerah

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap