Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 14.993 kali gempa bumi susulan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rentetan aktivitas kegempaan ini terjadi pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (12/9) pukul 17.00 WIB, kekuatan gempa susulan yang tercatat berada pada rentang magnitudo 0,9 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dari belasan ribu gempa susulan tersebut, BMKG mencatat terdapat 38 peristiwa dengan magnitudo di atas 5,0, sementara 187 gempa di antaranya getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Aktivitas seismik di kawasan Flores masih terus berlangsung. Salah satu kejadian terbaru yang dilaporkan BMKG adalah gempa tektonik bermagnitudo 2,0 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada pukul 01.21 WIB.
Pusat gempa di Nagekeo tersebut terdeteksi berada di laut pada kedalaman 22 kilometer. Titik koordinat gempa berlokasi di 8,40 Lintang Selatan dan 121,07 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 41 kilometer arah barat laut Mbay, Nagekeo.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

BMKG menjelaskan bahwa laporan awal mengenai gempa di Nagekeo mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Hasil analisis parameter gempa masih dapat mengalami penyesuaian seiring masuknya data seismik tambahan yang lebih lengkap dari stasiun pemantau.






