Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh konten ramalan gempa besar yang belakangan beredar luas di media sosial. Video viral tersebut memperlihatkan seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald, yang diklaim sebagai ahli meteorologi dan bencana, menyatakan bahwa Indonesia akan dihantam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 hingga magnitudo 9.
Menanggapi ramalan tersebut, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi apa pun yang mampu memprediksi waktu dan lokasi gempa bumi secara tepat. BMKG meminta warga untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah memercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara geografis, wilayah Indonesia memang berada di kawasan rawan gempa dengan potensi ancaman yang bersumber dari zona megathrust maupun aktivitas sesar aktif. Fakta ilmiah dan mitigasi risiko terkait ancaman tersebut juga terus disosialisasikan secara berkala kepada publik.
Berdasarkan catatan historis, Indonesia rata-rata mengalami gempa berkekuatan magnitudo lebih dari 7,0 sebanyak dua kali dalam setahun. Pada tahun 2026, hingga bulan Agustus, telah tercatat dua peristiwa gempa berkekuatan M > 7,0, yaitu di wilayah Flores dan Maluku Utara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyaring informasi yang beredar di platform digital dan selalu mengacu pada kanal komunikasi resmi lembaga berwenang untuk memperoleh informasi kegempaan yang valid.






