Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi tidak adanya penambahan korban jiwa dalam penanganan dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah korban meninggal dunia dipastikan tetap berada di angka 111 orang per Jumat (28/8/2026).
Di sisi lain, situasi pengungsian mulai menunjukkan pergerakan positif. Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di kanal YouTube BNPB menyampaikan bahwa terjadi penurunan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 712 orang, seiring kepulangan warga ke rumah mereka di Kabupaten Sikka. Dengan perubahan tersebut, total pengungsi yang masih berada di pos penampungan kini tercatat sebanyak 175.909 jiwa.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Untuk warga yang masih bertahan di posko, Berton menjelaskan bahwa fasilitas pengungsian terpusat tetap dioptimalkan. Layanan yang disediakan meliputi operasional dapur umum, distribusi makanan siap saji, dapur bersih, hingga fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Mengenai aktivitas kegempaan, data BNPB mencatat sebanyak 8.794 kali gempa susulan telah terjadi sejak gempa pertama mengguncang pada 15 Agustus. Magnitudo gempa susulan berkisar dari M 1 hingga M 6,2, dengan 152 kejadian di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.






