Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencakup enam provinsi prioritas serta satu provinsi tambahan, yaitu Papua Barat. Satuan Tugas (Satgas) di berbagai daerah terus mengintensifkan pemadaman darat dan pemantauan udara di tengah tantangan cuaca kering.
Sebaran Titik Api dan Kondisi Udara di Kalimantan
Berdasarkan data yang dipaparkan Berton Panjaitan dari BNPB, Kalimantan Tengah mencatatkan jumlah titik api terbanyak, yakni 70 titik dengan total lahan terbakar mencapai 225 hektare. Dari luasan tersebut, tim di lapangan berhasil memadamkan 197 hektare. Dampak asap kebakaran menyebabkan kualitas udara di Kalteng berada pada kategori tidak sehat dengan jarak pandang tersisa 2,5 kilometer.
Di Kalimantan Barat, satelit memantau 61 titik api dengan area terbakar melebihi 802 hektare. Petugas telah memadamkan lebih dari 432 hektare lahan, namun pekatnya asap membuat kualitas udara Kalbar menembus level berbahaya dengan jarak pandang berada di bawah 1 kilometer.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Adapun di Kalimantan Selatan, terdata 56 titik api yang menghanguskan 305 hektare lahan, dengan 112 hektare lebih berhasil dipadamkan. Satgas Kalsel menerapkan metode khusus menggunakan drone thermal guna mendeteksi bara api di bawah permukaan tanah gambut, dilanjutkan dengan injeksi surfaktan agar lapisan tanah tetap basah. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalsel dilaporkan belum dapat dijalankan akibat ketiadaan bibit awan hujan di atmosfer.
Penanganan Karhutla di Sumatera dan Papua Barat
Untuk wilayah Pulau Sumatera, karhutla masih terpantau aktif di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Riau mencatat 30 titik api dengan area terbakar 172 hektare dan 42 hektare berhasil dipadamkan. Jambi mendeteksi 20 titik api dengan lahan terbakar 47 hektare, di mana 37 hektare telah padam, meski kualitas udara dilaporkan tidak sehat dengan jarak pandang 6 kilometer.
Sementara itu, Sumatera Selatan mencatatkan 26 titik api dengan luasan terbakar lebih dari 171 hektare, dan 56,8 hektare di antaranya telah dipadamkan. Jarak pandang di Sumsel berada di bawah 7 kilometer dengan kualitas udara rentang sedang hingga tidak sehat. Pelaksanaan modifikasi cuaca di Sumsel juga terancam tertunda karena minimnya potensi bibit awan berdasarkan analisis BMKG.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain di Sumatera dan Kalimantan, penanganan karhutla juga dilakukan di Papua Barat. Wilayah ini mencatat 18 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 223 hektare, sedangkan area yang berhasil dipadamkan baru mencapai 15 hektare.
BNPB mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat penegakan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2026. Regulasi ini secara tegas melarang pembukaan lahan dengan cara membakar guna mencegah meluasnya titik api di tengah risiko kekeringan.






