PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) memberikan sinyal mengenai rencana pembagian keuntungan kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2026. Berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan, BTN menargetkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) di kisaran 20 persen.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan bahwa target rasio pembayaran dividen tersebut telah dicantumkan dalam perencanaan internal bank. Nixon menjelaskan bahwa jika merujuk pada RBB perseroan, target dividend payout memang berada di kisaran 20 persen.
Kendati target rasio telah ditetapkan dalam RBB, keputusan final mengenai pembagian dividen tersebut sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham. Besaran maupun kepastian pembayaran dividen nantinya akan ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Selain dividen tahunan, Nixon menegaskan bahwa BTN belum merencanakan pembagian dividen interim. Kebijakan ini melanjutkan catatan perseroan selama lima tahun ke belakang, di mana BTN tercatat belum pernah membayarkan dividen interim kepada para pemegang saham.
Kinerja Laba dan Kualitas Aset Semester I 2026
Rencana dividen BTN didukung oleh capaian kinerja keuangan yang positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Pada periode semester I 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp2,4 triliun. Angka laba bersih tersebut melonjak 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan laba bersih perseroan didorong oleh laju intermediasi yang solid. Penyaluran kredit dan pembiayaan BTN mengalami peningkatan sebesar 11,2 persen yoy per akhir Juni 2026 hingga mencapai nilai Rp418,11 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kenaikan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut dibarengi dengan membaiknya kualitas aset perseroan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BTN tercatat berada di level 3 persen pada Juni 2026, membaik dari posisi Juni 2025 yang berada pada level 3,3 persen.
Perbaikan kualitas aset BTN juga tercermin dari penurunan rasio loan at risk (LAR). Pada periode yang sama, rasio LAR perseroan tercatat melandai dari 20,2 persen per Juni 2025 menjadi 18,6 persen pada Juni 2026.






