Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami defisit sebesar US$ 0,9 miliar atau sekitar US$ 900 juta pada kuartal II-2026. Realisasi ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan posisi kuartal I-2026 yang sempat mencatatkan defisit hingga US$ 9,1 miliar.
Penurunan tajam defisit NPI tersebut ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang mampu mengimbangi pelebaran defisit pada pos transaksi berjalan.
Ringkasan Data Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II-2026
Berikut rincian angka dan perbandingan indikator neraca pembayaran berdasarkan data resmi Bank Indonesia:
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

- Neraca Pembayaran Indonesia (NPI): Defisit US$ 0,9 miliar (membaik dari defisit US$ 9,1 miliar pada kuartal I-2026).
- Transaksi Berjalan (Current Account): Defisit US$ 12,5 miliar atau setara 3,3% dari Produk Domestik Bruto / PDB (melebar dari defisit US$ 3,6 miliar atau 1,0% dari PDB pada kuartal I-2026).
- Transaksi Modal dan Finansial: Surplus US$ 12,0 miliar (berbalik positif dari defisit US$ 4,8 miliar pada kuartal I-2026).
- Cadangan Devisa Akhir Juni 2026: US$ 145,6 miliar.
- Rasio Kecukupan Cadangan Devisa: Setara 5,6 bulan pembiayaan impor, atau 5,4 bulan pembiayaan impor beserta pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Faktor Penekan Transaksi Berjalan
Defisit transaksi berjalan yang menyentuh angka US$ 12,5 miliar pada kuartal kedua dipengaruhi oleh sejumlah komponen perdagangan barang dan jasa:
- Kenaikan defisit migas: Beban impor minyak dan gas yang meningkat memperlebar defisit neraca perdagangan migas.
- Penurunan surplus nonmigas: Kinerja surplus perdagangan barang nonmigas mengalami penyusutan dibandingkan periode kuartal sebelumnya.
- Peningkatan defisit pendapatan primer: Pembayaran pendapatan primer ke luar negeri tercatat lebih tinggi, sehingga membebani pos pendapatan primer secara keseluruhan.
- Stabilitas pendapatan sekunder: Surplus pada neraca pendapatan sekunder terpantau relatif stabil dan tidak mengalami fluktuasi tajam.
Pendorong Surplus Transaksi Modal dan Finansial
Pembalikan arah transaksi modal dan finansial menjadi surplus US$ 12 miliar menjadi faktor kunci yang meredam defisit NPI secara keseluruhan. Pemulihan aliran modal ini bersumber dari dua komponen utama:
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

- Investasi Langsung (Direct Investment): Arus masuk penanaman modal langsung dari investor luar negeri ke sektor riil domestik mengalami peningkatan.
- Investasi Portofolio: Masuknya kembali dana asing ke instrumen pasar keuangan Indonesia memberikan injeksi likuiditas valuta asing yang signifikan.
Posisi Cadangan Devisa dan Prospek Perdagangan
Ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga dengan cadangan devisa sebesar US$ 145,6 miliar pada akhir Juni 2026. Kapasitas pembiayaan 5,6 bulan impor tersebut berada jauh melampaui standar kecukupan internasional yang menetapkan batas aman sekitar tiga bulan impor.
Untuk periode mendatang, penurunan tarif resiprokal dari Amerika Serikat diproyeksikan memberikan dampak positif tambahan guna mendorong kinerja ekspor komoditas dan produk manufaktur nasional.






