Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan awal pekan, Senin (14/9/2026). Belum genap 20 menit perdagangan berjalan, indeks saham domestik sudah merosot lebih dari 1% hingga terlempar ke bawah level psikologis 6.500.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.17 WIB, IHSG berada di level 6.475,25, terpangkas 1,01% atau 66,13 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.541,38. Pada rentang awal sesi, IHSG bergerak di kisaran 6.475,13 hingga level tertinggi 6.543,28.
Pelemahan indeks didorong oleh aksi jual pada sejumlah saham komoditas dan energi berkapitalisasi besar. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anjlok paling dalam hingga 12,86% ke posisi Rp7.625. Tekanan jual juga menimpa PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun 6,48% ke Rp11.550 pada pukul 09.18 WIB, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkoreksi 5,25% ke level Rp2.890.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pemicu Pelemahan Pasar: Minyak Mentah dan Inflasi AS
Koreksi tajam di awal sesi ini dipicu oleh kombinasi eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta sentimen suku bunga global. Serangan kelompok Houthi ke fasilitas Arab Saudi dan gangguan jalur pelayaran di kawasan Teluk memicu kekhawatiran atas pasokan energi dunia. Risiko kian membesar setelah terjadi kerusakan pada pipa minyak Arab Saudi yang berfungsi sebagai jalur alternatif pengiriman tanpa melewati Selat Hormuz. Situasi ini mempertahankan harga minyak dunia di atas US$100 per barel sejak pekan lalu.
Di saat yang sama, pasar keuangan menghadapi tekanan rilis inflasi inti Amerika Serikat bulan Agustus yang naik 0,3% secara bulanan, melampaui proyeksi konsensus pasar sebesar 0,2%.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kenaikan inflasi tersebut memperkuat perkiraan pasar terhadap kebijakan moneter ketat The Federal Reserve (The Fed). Mengacu pada data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin menuju rentang 3,75%–4,00% telah menyentuh 87,3%. Pelaku pasar kini bersiap mengantisipasi keputusan pertemuan The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada 15–16 September 2026.






