Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat tajam pada sesi awal perdagangan Rabu (16/9/2026). Sempat tertekan dan dibuka melemah di level 6.453,91 hingga menyentuh titik terendah 6.445,24, IHSG langsung melesat ke zona hijau dan menguat 1,02% atau naik 65,66 poin ke level 6.526,81 pada pukul 09.32 WIB.
Lonjakan mendadak ini didorong oleh reli agresif di sektor energi yang melesat 5,49%, disusul sektor barang baku yang naik 1,12%. Pemicu utama pergerakan indeks datang dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang melambung 19,85% hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) di posisi 12.225.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kenaikan saham energi terjadi seiring reli harga minyak mentah global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi minyak Arab Saudi. Minyak Brent tercatat melonjak mendekati 3% ke US$108,75 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terkerek lebih dari 4% menjadi US$105,83 per barel.
Sektor lain turut menopang pergerakan meski terbatas: industri menguat 0,55%, barang konsumen siklikal 0,36%, barang konsumen non-siklikal 0,34%, dan keuangan naik tipis 0,04%. Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sektor properti yang anjlok 3,13% serta infrastruktur yang terkoreksi 0,83%. Secara keseluruhan, pergerakan didominasi 401 saham stagnan, 192 saham melemah, dan 30 saham menguat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di tengah pembalikan arah IHSG, pelaku pasar global juga mencermati pergerakan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang sempat menembus level tertinggi sejak 2007 di 5,041% sebelum ditutup di 4,966%. Selain itu, pasar mengantisipasi pengumuman suku bunga Federal Reserve pada Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, dengan CME FedWatch mencatat probabilitas 92,4% bagi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75%–4,00%.






