PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus memperluas diversifikasi pembiayaannya guna mengurangi ketergantungan pada pembiayaan rumah tinggal. Melalui strategi beyond mortgage, perseroan menargetkan porsi penyaluran kredit di luar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mampu mencapai 30% dari total portofolio pembiayaan pada 2030 mendatang.
Langkah transformasi bisnis tersebut mulai memperlihatkan pergeseran portofolio. Per Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN telah menyentuh 20,4% dari total penyaluran kredit, mencatatkan kenaikan dibandingkan posisi akhir 2025 yang berada di level 18%.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa ekspansi ke segmen baru ini tidak akan menggeser fokus utama bank. BTN tetap mempertahankan bisnis pembiayaan perumahan sebagai kompetensi inti yang selama ini menjadi penopang utama perseroan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Strategi Pertumbuhan dan Penetrasi Ekosistem Baru
Akselerasi diversifikasi pembiayaan dijalankan BTN melalui kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik. Pada jalur anorganik, emiten bersandi BBTN ini membuka peluang akuisisi portofolio kredit secara selektif untuk mempercepat penambahan aset berkualitas di luar sektor perumahan.
Secara bersamaan, perseroan memperkuat penetrasi kelembagaan dan sektor produktif lainnya. Hingga Juni 2026, BTN tercatat telah menjalin kemitraan dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, dan 26 rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan juga mulai memperluas ekspansi ke dalam ekosistem pariwisata dengan menggarap potensi transaksi pada jaringan merchant, sektor kuliner, resor, properti penunjang, hingga area kawasan wisata.
Dukungan Layanan Digital dan Fee-Based Income
Pendalaman bisnis non-KPR ini turut ditopang oleh pengembangan ekosistem transaksi dan kanal perbankan digital perseroan. Per Juni 2026, aplikasi mobile banking bal茅 by BTN telah mencatatkan 4,3 juta pengguna, sementara platform bal茅 Korpora digunakan oleh sekitar 25.700 nasabah korporasi dan institusi.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Secara keseluruhan, ekosistem usaha yang terhubung dengan BTN mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 pengembang properti, serta sekitar 439.000 rekening payroll nasabah.
Selain mendorong penyaluran kredit, diversifikasi ini ditujukan untuk memperkuat pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Salah satu lini yang diandalkan adalah bancassurance, yang hingga semester I-2026 menyumbangkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar atau setara sekitar 1,5% dari total fee-based income perseroan. BTN kini tengah menyiapkan pengembangan kemitraan bancassurance eksklusif dengan memanfaatkan jaringan kantor cabangnya di seluruh Indonesia.






