Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat meningkat menjadi US$ 454,8 miliar per Juli 2026. Angka tersebut naik tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 454,5 miliar pada Juni 2026.
Berdasarkan publikasi Statistik Utang Luar Negeri Indonesia terbaru dari Bank Indonesia, laju pertumbuhan ULN Indonesia secara tahunan (year-on-year) mengalami percepatan menjadi 4,9% pada Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni 2026 yang tercatat sebesar 4,4%. Bank sentral mencatat bahwa pergerakan ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN sektor publik, yang terjadi bersamaan dengan tren penurunan ULN sektor swasta.
Singapura Peringkat Teratas Kreditur Bilateral
Meski sering diasosiasikan dengan negara adidaya atau lembaga keuangan global, pemberi pinjaman terbesar bagi Indonesia per Juli 2026 bukan berasal dari Amerika Serikat maupun IMF, melainkan negara tetangga, Singapura. Nilai pinjaman luar negeri yang bersumber dari Singapura mencapai US$ 51,26 miliar, menjadikannya pemasok utang terbesar bagi Indonesia.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Amerika Serikat berada di urutan kedua sebagai negara kreditur dengan nilai pinjaman luar negeri sebesar US$ 29,47 miliar. Posisi ketiga ditempati oleh China dengan total eksposur utang sebesar US$ 25,77 miliar.
Berikutnya, daftar negara kreditur utama Indonesia disusul oleh Jepang dengan nilai US$ 20,49 miliar, serta Hong Kong yang mencatatkan angka US$ 20,11 miliar. Di jajaran selanjutnya, terdapat Korea Selatan dengan pinjaman senilai US$ 9,06 miliar dan Prancis sebesar US$ 8,98 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Posisi Utang dari Lembaga Multilateral
Untuk kelompok kreditor berbasis lembaga internasional, International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang berada di bawah naungan Bank Dunia (World Bank) memegang porsi terbesar. Total pinjaman Indonesia kepada IBRD tercatat sebesar US$ 21,22 miliar.
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) menempati urutan kedua kreditur multilateral dengan nilai sebesar US$ 12,30 miliar. Adapun porsi pinjaman luar negeri Indonesia yang tercatat kepada International Monetary Fund (IMF) berada di angka US$ 8,75 miliar.






