Peta persaingan industri otomotif kini tidak lagi hanya bertumpu pada adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Bank DBS Indonesia mencatat ada tiga tren besar yang tengah mendefinisikan ulang daya saing industri otomotif global dan nasional, yaitu elektrifikasi kendaraan, lokalisasi rantai pasok, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), data, dan teknologi.
Direktur Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Antonius Sehonamin, menjelaskan bahwa dinamika pasar saat ini menuntut industri otomotif beradaptasi dengan faktor-faktor penentu baru. Kapasitas volume produksi semata tidak lagi menjamin keunggulan sebuah perusahaan jika tidak diimbangi oleh efisiensi operasional, produktivitas ekonomi, tingkat utilisasi, serta keterjangkauan harga (affordability).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara bertajuk Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift yang diselenggarakan atas kerja sama CNBC Indonesia dan DBS.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pergeseran Rantai Pasok ke Model Just-in-Scale
Salah satu perubahan mendasar yang disorot DBS adalah pergeseran strategi manajemen logistik. Pelaku industri otomotif mulai beralih dari pendekatan tradisional just-in-time menuju konsep just-in-scale. Pendekatan baru ini dinilai lebih antisipatif dalam membangun ketahanan rantai pasok, ketersediaan inventaris, dan kapasitas manufaktur lokal di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Dalam lanskap domestik, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun ekosistem otomotif terintegrasi (end-to-end value ecosystem). Keunggulan sumber daya alam di sektor hulu, khususnya pasokan nikel dan tembaga, menjadi modal utama untuk mendorong hilirisasi industri manufaktur kendaraan di dalam negeri.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Untuk merealisasikan ekosistem yang tangguh dari hulu ke hilir, DBS menekankan pentingnya tiga pilar utama: komitmen investasi, penguatan kapabilitas teknologi, dan pengembangan kolaborasi ekosistem secara berkelanjutan. Integrasi ini mencakup keseluruhan rantai bisnis mulai dari pengolahan bahan mentah hulu, produsen kendaraan (original equipment manufacturer/OEM), hingga jaringan distributor dan diler.
Melalui keunggulan konektivitas regional, sektor perbankan turut memfasilitasi transaksi lintas negara dan pembiayaan rantai pasok terintegrasi guna mendukung daya saing para pelaku industri otomotif nasional.






