Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Pergerakan pasar terjadi di tengah sikap hati-hati para investor yang menantikan rilis data laba industri China serta penyelenggaraan agenda tahunan Jackson Hole Economic Policy Symposium di Amerika Serikat (AS).
Pergerakan Indeks Utama Asia-Pasifik
Di pasar saham Jepang, indeks Nikkei 225 mengawali perdagangan dengan menguat sebesar 0,49 persen, sedangkan indeks Topix tercatat naik 0,15 persen. Penguatan yang lebih signifikan terlihat di pasar saham Korea Selatan, di mana indeks acuan Kospi melonjak hingga 2,48 persen dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turut meningkat 1,06 persen.
Berbanding terbalik dengan bursa Jepang dan Korea Selatan, indeks acuan Australia yakni S&P/ASX 200 justru bergerak sedikit lebih rendah pada awal perdagangan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sorotan Data Industri China dan Agenda Jackson Hole
Fokus utama para pelaku pasar pada perdagangan Kamis tertuju pada publikasi data laba sektor industri China. Rilis data tersebut dipandang sebagai indikator krusial guna menilai kondisi kesehatan sektor industri Negeri Tirai Bambu di tengah berbagai upaya pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Selain data ekonomi dari China, investor global mencermati agenda Jackson Hole Economic Policy Symposium. Forum para pejabat bank sentral tersebut menjadi perhatian pasar untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan, yang berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap langkah The Federal Reserve (The Fed).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sentimen Geopolitik di Selat Hormuz
Di samping rilis indikator ekonomi makro dan kebijakan moneter, dinamika geopolitik turut menjadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah menyingkirkan dan meledakkan bahan peledak yang dipasang oleh pihak Iran.
Kendati demikian, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa sejumlah sekutu AS secara tertutup telah memperingatkan kemungkinan masih adanya ranjau yang tersisa di perairan Selat Hormuz.






