Kobaran api kebakaran hutan dan lahan yang melanda Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup di kawasan Gunung Ijen kian meluas hingga titik sebarannya terlihat dari permukiman warga di lereng gunung. Peristiwa kebakaran di kawasan konservasi tersebut terpantau telah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, mengonfirmasi bahwa titik api terdeteksi menyala sejak dini hari sekitar pukul 00.00 WIB pada Kamis (3/9). Berdasarkan laporan awal, sumber api terpantau berada di bagian dalam sebelah atas area cagar alam.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Petugas di lapangan saat ini tengah dimobilisasi untuk mengakses titik kebakaran dan menjalankan upaya pemadaman. Kendati demikian, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum mengeluarkan data pasti terkait estimasi luas area yang terbakar maupun jumlah personel yang diterjunkan. Proses koordinasi dan pendataan penanganan masih menghadapi tantangan teknis akibat minimnya jaringan sinyal komunikasi di lokasi kejadian.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Purwantono menjelaskan bahwa cuaca musim kemarau menjadi faktor pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di cagar alam tersebut. Timbunan vegetasi dan dedaunan kering sangat rentan tersulut, sementara tiupan angin kencang di kawasan dataran tinggi Ijen mempercepat rambatan api ke area sekitarnya.






