tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Pelayanan Publik

Cara Melakukan Transformasi Satpol PP Menjadi Pelayan Publik yang Humanis

Andi SompaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 22.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Melakukan Transformasi Satpol PP Menjadi Pelayan Publik yang Humanis
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah sangat dipengaruhi oleh cara aparaturnya berinteraksi dengan masyarakat. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memperkuat perannya sebagai garda terdepan pelayanan publik yang humanis. Pendekatan yang mengedepankan pelayanan dan empati menjadi kunci utama dalam mengubah citra instansi. Tomsi Tohir mengibaratkan hal ini seperti sebuah toko; jika pajangannya bagus, masyarakat akan menilai toko tersebut bagus, sebaliknya jika jelek, masyarakat akan langsung melabelinya buruk. Oleh karena itu, terdapat beberapa cara strategis yang sedang diterapkan untuk memastikan transformasi Satpol PP berjalan optimal.

Langkah pertama dalam transformasi ini adalah menyamakan standar kompetensi seluruh personel di lapangan. Saat ini, personel Satpol PP berasal dari berbagai latar belakang kepegawaian yang berbeda-beda. Keberagaman ini mencakup tenaga honorer, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan yang sangat penting agar tidak ada kesenjangan kemampuan antaranggota. Melalui penyamaan standar kompetensi, setiap personel diharapkan memiliki dasar pengetahuan dan keterampilan yang setara saat berhadapan langsung dengan masyarakat dalam tugas sehari-hari.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Untuk mewujudkan standardisasi tersebut, cara kedua adalah dengan menyelenggarakan pelatihan khusus secara berkelanjutan. Sebagai wujud nyata, Kemendagri menggelar Bimbingan Teknis Training of Trainers (ToT) bagi anggota Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat. Kegiatan strategis ini dibuka secara langsung oleh Tomsi Tohir pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Pelatihan ini diselenggarakan di Pusdiklat PT. JISS, yang berlokasi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Melalui program ToT ini, para peserta dilatih untuk menjadi pelatih yang nantinya dapat meneruskan ilmu dan standar operasional ke anggota lainnya di daerah masing-masing.

Baca Juga

Alasan Presiden Korea Selatan Meminta Bantuan Prabowo Subianto Membuka Dialog dengan Korea Utara

Alasan Presiden Korea Selatan Meminta Bantuan Prabowo Subianto Membuka Dialog dengan Korea Utara

Cara ketiga adalah memperkuat pemahaman terhadap prosedur operasional serta mendorong inovasi pelayanan. Pelatihan yang diberikan tidak hanya sekadar formalitas, melainkan bertujuan agar setiap anggota memahami secara mendalam prosedur operasional yang berlaku. Dengan pemahaman yang baik, kualitas pelayanan kepada masyarakat akan meningkat secara signifikan. Selain itu, Tomsi Tohir juga menegaskan pentingnya bagi setiap anggota untuk mulai berkreasi dan memiliki ide-ide baru dalam mengembangkan pekerjaannya. Inovasi pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi nilai tambah yang membedakan pendekatan aparat modern dengan pendekatan konvensional.

Langkah keempat adalah memperluas ruang lingkup peran anggota di lapangan melalui aksi-aksi sosial. Selama ini, peran Satpol PP sering kali hanya dipersepsikan sebatas pada penegakan Peraturan Daerah semata. Untuk mengubah persepsi tersebut, anggota didorong untuk hadir secara langsung melalui berbagai aksi sosial di tengah masyarakat. Beberapa contoh tindakan nyata yang diusulkan meliputi kegiatan membantu anak-anak menyeberang jalan hingga mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan. Pelayanan-pelayanan tambahan semacam ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat kedekatan antara aparat dan warga setempat.

Baca Juga

Cara Mengatasi Kendala Administrasi Skripsi untuk Memperlancar Kelulusan dan Persiapan Karier

Cara Mengatasi Kendala Administrasi Skripsi untuk Memperlancar Kelulusan dan Persiapan Karier

Cara kelima adalah membangun kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk mendukung proses transformasi. Pelaksanaan Bimbingan Teknis ToT ini membuktikan adanya sinergi dari berbagai pihak. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Cheka Virgowansyah serta Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP Mayjen TNI Edi Nurhabad. Dukungan dari pihak swasta juga terlihat dengan kehadiran perwakilan PT. JISS, termasuk Executive Advisor Ari Yusuf Amir dan Direktur Utama Brigjen TNI (Purn.) M. Gultan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta ini menjadi fondasi penting dalam menyukseskan program pelatihan.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, para pimpinan Satpol PP di daerah diharapkan dapat menjadi teladan dalam mendorong perubahan budaya organisasi. Tomsi Tohir berharap semangat transformasi yang dibangun melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara konsisten di setiap wilayah. Tujuan akhirnya adalah meyakinkan para kepala daerah bahwa komitmen Menteri Dalam Negeri untuk membuat Satpol PP sebagai satuan yang dicintai oleh masyarakat dapat terwujud. Melalui pendekatan yang humanis, profesional, dan dapat dipercaya, Satpol PP akan terus berkembang menjadi institusi pelayan publik yang memberikan dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KemendagriSatpol PPTransformasi PelayananTomsi TohirPelatihan Aparatur

Berita Terbaru Lainnya

Pentingnya Sinergi Pemimpin dan Pelaku Usaha untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi DaerahPenjelasan BGN Mengenai Pembatalan Mutasi Pegawai yang Ditegur Saat Rapat VirtualStrategi dan Cara Mengelola Aksesibilitas Pusat Perbelanjaan untuk Menertibkan Alur PengunjungProyeksi Pertumbuhan Pasar Otomotif Nasional dan Perkembangan Daya Beli MasyarakatCara Aman Menjadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis Tanpa Terjebak Modus Yayasan TitipanPolemik Ekspor Mineral dan Dampak Regulasi Logam Tanah Jarang bagi IndustriAnalisis Kinerja Keuangan Emiten Tembakau Melalui Studi Kasus Sampoerna Semester I 2026Cara Menganalisis Kesehatan Keuangan Bank Saat Laba dan Ekuitas Bergerak Berlawanan

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  3. 3Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  4. 4Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  5. 5Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap