tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Edukasi Finansial

Cara Melindungi Remaja dari Eksploitasi Finansial dan Mengajarkan Aktivitas Ekonomi Aman

Andi SompaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 16.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Melindungi Remaja dari Eksploitasi Finansial dan Mengajarkan Aktivitas Ekonomi Aman
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kejahatan dengan modus iming-iming finansial semakin mengkhawatirkan, terutama yang menyasar anak di bawah umur. Sebuah kasus eksploitasi berkedok pemberian uang jajan baru-baru ini terungkap di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang penata rias berinisial HJ (39), yang merupakan seorang waria, terbukti melakukan kekerasan seksual berupa sodomi terhadap tujuh remaja. Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Luk Luk ud Danah, pelaku menggunakan modus memberikan uang jajan setiap kali memaksa korban berhubungan. Tindakan ini diketahui diduga telah berlangsung sejak Juni 2026. Para korban yang rata-rata berusia 13 hingga 15 tahun dan berstatus pelajar ini awalnya tidak berani melapor karena merasa takut serta berada di bawah tekanan. Kasus ini akhirnya terbongkar setelah salah satu korban melaporkan peristiwa tersebut. Pelaku HJ kemudian mendatangi Polres Lombok Tengah untuk mengamankan diri karena merasa keselamatannya terancam usai laporan itu diketahui oleh warga di lingkungan sekitar.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Menyikapi modus pemberian uang jajan yang berujung pada eksploitasi, orang tua perlu mengambil langkah preventif yang terstruktur. Langkah pertama adalah membangun komunikasi terbuka mengenai keuangan pribadi anak sehari-hari. Remaja pada usia belasan tahun sering kali memiliki keinginan kuat untuk memiliki uang saku tambahan demi memenuhi gaya hidup, membeli kuota internet, atau sekadar menabung untuk kebutuhan pribadi mereka. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi tempat yang paling nyaman bagi anak untuk menceritakan dari mana mereka mendapatkan uang atau barang baru. Jika anak tiba-tiba memiliki uang jajan berlebih yang tidak jelas asal-usulnya, orang tua wajib menelusurinya secara bijak tanpa langsung menghakimi. Komunikasi dua arah yang baik akan membuat anak lebih mudah memahami bahwa menerima uang secara cuma-cuma dari orang dewasa di luar keluarga sering kali memiliki niat tersembunyi yang sangat membahayakan keselamatan fisik dan mental mereka.

Baca Juga

Risiko Keselamatan Kerja Wasit Sepak Bola Lokal, Evaluasi Insiden Danlanud Cup 2026

Risiko Keselamatan Kerja Wasit Sepak Bola Lokal, Evaluasi Insiden Danlanud Cup 2026

Langkah kedua adalah memberikan edukasi literasi keuangan dasar dan memperkenalkan cara mendapatkan penghasilan yang aman melalui jalur yang benar. Daripada tergiur oleh uang instan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, remaja dapat diarahkan untuk memahami nilai kerja keras dan proses mendapatkan uang melalui usaha yang positif. Di era modern saat ini, banyak aktivitas ekonomi digital yang bisa dipelajari oleh pelajar tanpa harus mengganggu waktu sekolah mereka. Orang tua dapat membimbing anak untuk mengasah keterampilan produktif seperti belajar desain grafis dasar, berlatih menulis, atau membuat karya kreatif lainnya yang bermanfaat. Memperkenalkan konsep ekonomi yang sehat dan aman sejak dini akan membentuk mental kemandirian yang kuat pada anak. Dengan pemahaman ini, mereka akan lebih menghargai proses dan tidak mudah dimanfaatkan oleh iming-iming materi atau uang jajan dari pelaku kejahatan.

Langkah ketiga adalah melatih ketegasan anak untuk berani menolak pemberian yang mencurigakan serta segera melapor kepada pihak yang dipercaya. Kondisi psikologis para korban di Lombok Tengah yang sempat merasa takut dan tertekan menunjukkan bahwa rasa intimidasi sering kali menjadi senjata utama para pelaku kejahatan. Anak-anak harus dibekali pemahaman mendalam mengenai batasan privasi tubuh dan hak mutlak mereka untuk menolak segala bentuk paksaan, meskipun paksaan tersebut disertai dengan tawaran uang jajan yang terlihat menggiurkan. Mereka harus diyakinkan bahwa keluarga dan pihak berwenang akan selalu memberikan perlindungan penuh jika terjadi ancaman. Rasa aman yang bersumber dari dukungan lingkungan terdekat akan menumbuhkan keberanian bagi remaja untuk segera bersuara ketika menghadapi situasi yang tidak wajar atau membahayakan diri mereka.

Baca Juga

Prosedur Investigasi Digital Forensik dan Analisis CCTV pada Kasus Kematian Sutrimo

Prosedur Investigasi Digital Forensik dan Analisis CCTV pada Kasus Kematian Sutrimo

Langkah keempat adalah memperkuat pengawasan sosial secara kolektif di lingkungan tempat tinggal. Upaya pencegahan eksploitasi finansial pada remaja tidak bisa diselesaikan hanya dari pengawasan di dalam rumah. Masyarakat sekitar juga harus memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap interaksi sosial yang terjadi di lingkungan mereka, terutama jika melihat ada orang dewasa yang sering memberikan uang atau barang kepada pelajar tanpa alasan yang jelas. Kepedulian warga terbukti mampu memberikan tekanan balik yang efektif kepada pelaku kejahatan. Hal ini terlihat dengan jelas ketika pelaku HJ akhirnya memilih untuk mendatangi aparat kepolisian demi mengamankan dirinya, karena merasa terancam oleh reaksi warga yang mulai mengetahui perbuatannya. Kolaborasi yang kuat antara edukasi keluarga, pengenalan kemandirian finansial yang positif, serta pengawasan lingkungan yang ketat akan menciptakan ekosistem yang benar-benar aman bagi masa depan generasi muda.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalLombok TengahLiterasi Keuangankeamanan remajapencegahan eksploitasi

Berita Terbaru Lainnya

Langkah Menganalisis Kinerja Keuangan Telkom untuk Keputusan Investasi DigitalStrategi Diversifikasi Aset Digital, Memahami Tren Stablecoin dan Saham Global Berbasis TokenisasiPeluang Kerja dan Ekosistem Vokasi Melalui Program Interview Connect 2026Cara Menghadapi Gejolak Ekonomi Global Berdasarkan Peringatan Geopolitik Presiden PrabowoAnalisis Kinerja Keuangan PT Sentul City Tbk (BKSL) pada Semester I 2026Strategi Aksesibilitas Properti Komersial dan Rencana Pembongkaran Pagar Tinggi Mal di JakartaCara Mengidentifikasi Modus Komisi Fiktif pada Pengadaan Asuransi BUMNManajemen Risiko Properti Komersial, Pelajaran Kelangsungan Bisnis dari Insiden Kebakaran Hotel Pullman

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap