Untuk memahami proses pencalonan pimpinan Bank Indonesia (BI), langkah awal dapat dimulai dengan mencermati Surat Presiden (Surpres) yang diterima oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani. Surpres terkait calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI tersebut dikirimkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam dokumen ini, Prabowo mengusulkan empat nama kandidat. Seluruh nama yang diusulkan akan diproses sesuai mekanisme di DPR, termasuk melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) setelah pembukaan masa sidang DPR pada 14 Agustus 2026.
Kandidat pertama yang diusulkan adalah Destry Damayanti, lahir di Jakarta pada tahun 1963. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, Amerika Serikat. Kariernya dimulai sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 2000-2003. Destry kemudian menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011, Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024 tanggal 10 Juli 2024, Destry kembali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk masa jabatan 2024-2029.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kandidat kedua adalah Aida S. Budiman, lahir di Bogor pada tahun 1965. Aida meraih gelar Master di bidang Economics dari University of Southern California pada tahun 1996 dan gelar PhD di bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University pada tahun 2001. Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur, Aida bertugas sebagai Asisten Gubernur BI periode 2020-2022 yang membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan Bank Indonesia, dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional. Aida resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021, lalu mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 untuk masa jabatan hingga 2027.
Kandidat ketiga adalah Solikin M. Juhro, lahir di Kota Surabaya pada 10 Oktober 1967. Latar belakang pendidikannya meliputi gelar sarjana Ekonomi & Studi Pembangunan dari Universitas Airlangga pada tahun 1991, magister bidang Economics dari University of Michigan pada tahun 1998, serta gelar doktor di bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia pada tahun 2005. Solikin mengawali kariernya di Bank Indonesia sejak 20 September 1994. Sejak 16 Juni 2023, beliau mengemban jabatan sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial di Bank Indonesia.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kandidat keempat adalah Muh. Anwar Bashori, lahir di Klaten pada tahun 1968. Anwar menuntaskan pendidikan sarjana di bidang Manajemen dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 1989, lalu meraih gelar Master di bidang Development Economics dari University of Glasgow pada tahun 1999. Beliau mengawali kariernya di Bank Indonesia sejak tahun 1994 dan menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia sejak tahun 2025. Seluruh nama yang diusulkan oleh Presiden tersebut dijadwalkan mengikuti pembahasan dan seleksi uji kelayakan di DPR setelah pembukaan masa sidang pada 14 Agustus 2026.






