Industri minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur, kembali menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengelolaan cadangan baru di Wilayah Kerja (WK) Pekawai. Proyek strategis ini dikelola oleh PT Saka Energi Indonesia (SAKA), yang merupakan bagian dari PGN sebagai Subholding Gas Pertamina. Bagi para profesional di bidang ekonomi digital, pengamat energi, maupun pelaku bisnis yang ingin memahami prospek ekonomi dari sektor ini, memantau peta jalan eksplorasi WK Pekawai merupakan langkah yang esensial. Panduan berikut ini akan menguraikan cara-cara dan langkah sistematis untuk mengikuti dinamika proyek eksplorasi migas di kawasan tersebut, berdasarkan data dan rencana operasional yang telah disetujui.
Langkah pertama dalam menganalisis potensi ini adalah dengan memetakan profil dan cakupan geografis dari WK Pekawai secara menyeluruh. Wilayah eksplorasi ini dikelola oleh SAKA melalui entitas PT Saka Energi Sepinggan. Pemerintah Indonesia, melalui SKK Migas, telah mempercayakan pengelolaan wilayah ini kepada SAKA sebagai operator dengan menggunakan skema gross split sejak tanggal 16 Mei 2018. Secara fisik, WK Pekawai memiliki area eksplorasi yang sangat luas, yakni mencapai 1.555 kilometer persegi. Cakupan wilayah ini terbagi menjadi dua zona utama, yaitu area darat (onshore) dan area lepas pantai (offshore) di Provinsi Kalimantan Timur. Posisi geografis WK Pekawai sangat strategis karena berada di antara sejumlah lapangan migas yang telah terbukti produktif, seperti Lapangan Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang. Menariknya, sekitar 10 persen hingga 24 persen dari struktur Lapangan Manpatu berada di dalam batas wilayah WK Pekawai.
Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi titik-titik prospek utama yang sedang dikembangkan, terutama di area lepas pantai. Menurut Fuji Koesumadewi, selaku Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, perusahaan telah berhasil mengidentifikasi dua prospek utama di area lepas pantai tersebut. Kedua prospek ini dikenal dengan nama Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna. Untuk memastikan kematangan evaluasi teknis dari kedua prospek ini, SAKA terus melakukan kajian mendalam. Sejak tahun 2022, SAKA telah menjalin sinergi yang erat dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kolaborasi lintas perusahaan ini menjadi langkah krusial dalam mempercepat proses pematangan prospek sebelum kegiatan operasional fisik direalisasikan di lapangan.
Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 16 September 2026

Langkah ketiga melibatkan pemantauan lini masa perizinan dan target operasional pengeboran. Sebagai pengamat kelayakan ekonomi proyek, Anda harus mencatat bahwa SAKA telah memperoleh persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) pada tahun 2024. Persetujuan ini memberikan hak eksplorasi yang berlaku hingga 15 Mei 2028. Memasuki awal tahun 2026, SAKA juga telah mendapatkan persetujuan resmi dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal SM-1. Target kedalaman untuk pengeboran sumur appraisal SM-1 ini direncanakan mencapai sekitar 12.000 kaki (ft). Selain itu, SAKA juga merencanakan pelaksanaan pengeboran untuk satu sumur eksplorasi tambahan yang dijadwalkan akan berlangsung pada kuartal ketiga tahun 2026.
Langkah keempat adalah mencermati kemajuan kegiatan survei di area darat. Meskipun fokus pengeboran appraisal berada di lepas pantai, aktivitas pengumpulan data di darat juga terus berjalan secara paralel. Saat ini, SAKA sedang melaksanakan survei geologi dan geokimia di area darat. Kegiatan pengumpulan data teknis ini ditargetkan untuk rampung sepenuhnya pada tahun 2026. Hasil dari survei darat ini nantinya akan melengkapi data eksplorasi secara keseluruhan, sehingga perusahaan dapat menentukan arah pengembangan lebih lanjut di masa mendatang.
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dengan Portofolio LNG

Dengan menerapkan empat langkah pemantauan di atas, Anda akan memiliki kerangka pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan proyek cadangan migas baru di Kalimantan Timur. Seluruh rencana operasional, mulai dari survei geologi hingga pengeboran sumur appraisal SM-1 pada kedalaman 12.000 kaki, merupakan indikator penting dalam menilai potensi ekonomi wilayah tersebut. Oleh karena itu, bagi Anda yang berkecimpung dalam analisis ekonomi dan bisnis energi, sangat disarankan untuk terus memperbarui informasi secara berkala melalui publikasi resmi dari SAKA, PGN, maupun SKK Migas. Memahami setiap tahapan eksplorasi ini akan membantu Anda dalam melihat gambaran besar ketahanan energi nasional dan peluang yang ada di sekitarnya.






