tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinancePopuler
Beranda/Investasi Syariah

Cara Memulai Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia

Retno PurwantoDiterbitkan 4 Agu 2026 - 03.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Memulai Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar modal syariah di Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang sangat menggembirakan bagi para pelaku ekonomi digital dan investor. Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk menjadi pemain utama dalam lanskap ekonomi syariah global. Ketertarikan masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi berbasis syariat ini tercermin secara jelas dari data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagi Anda yang tertarik untuk mulai mengalokasikan dana pada instrumen keuangan yang selaras dengan prinsip syariah, memahami kondisi pasar dan mengetahui langkah-langkah praktis investasinya adalah hal yang sangat krusial sebelum menempatkan modal.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk memulai adalah mengenali potensi pasar dan menyeleksi pilihan saham syariah yang tersedia di bursa efek. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, mencatat bahwa nilai kapitalisasi pasar saham syariah saat ini telah mencapai Rp5.362 triliun. Angka yang signifikan ini mendominasi bursa dengan pangsa pasar yang mencapai 49,28% dari seluruh kapitalisasi pasar di bursa efek. Saat ini, jumlah saham yang masuk ke dalam daftar efek syariah tercatat sebanyak 625 saham. Jumlah tersebut mewakili porsi sebesar 63,91% dibandingkan dengan seluruh saham yang tercatat, sehingga memberikan Anda ruang yang sangat luas untuk memulai diversifikasi portofolio saham.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Langkah kedua dalam strategi investasi Anda adalah mempertimbangkan instrumen pendanaan korporasi yang beroperasi dengan prinsip syariah, seperti sukuk korporasi. Instrumen ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid dan dapat menjadi alternatif pembiayaan serta investasi bagi masyarakat. Berdasarkan data per Juli 2026, jumlah seri sukuk korporasi yang beredar di pasar modal telah meningkat secara signifikan menjadi 329 seri. Angka ini menunjukkan bahwa seri sukuk korporasi telah tumbuh sebesar 12,29% sepanjang tahun berjalan. Dari sisi nilai, outstanding sukuk korporasi telah mencapai Rp95,14 triliun, yang berarti instrumen ini mengalami kenaikan sebesar 7,86% secara year-to-date.

Baca Juga

Pergerakan IHSG dan Rupiah pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

Pergerakan IHSG dan Rupiah pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

Langkah ketiga, jika Anda lebih memilih instrumen investasi yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi, reksa dana syariah dapat menjadi pilihan yang sangat tepat. Industri pengelolaan investasi, khususnya untuk reksa dana syariah, juga terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan baik. Pada bulan Juli 2026, Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari reksa dana syariah di Indonesia tercatat mencapai Rp93,21 triliun. Pencapaian pengelolaan dana ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 11,71% secara year-to-date. Dengan nilai NAB yang terus membesar tersebut, pangsa pasar reksa dana syariah di Indonesia saat ini sudah mencapai 14,03% dari seluruh total NAB reksa dana nasional.

Langkah keempat adalah memanfaatkan platform transaksi digital yang dirancang khusus untuk memenuhi prinsip-prinsip syariah. Dari sisi permintaan pasar, para investor modal kini semakin dimudahkan dengan kehadiran Sistem Online Trading Syariah (SOTS). Penggunaan sistem perdagangan digital ini terus mengalami peningkatan seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap kemudahan akses investasi daring. Sampai dengan bulan Juni 2026, jumlah investor pasar modal yang secara aktif memanfaatkan SOTS telah mencapai angka 238.433 pengguna. Jumlah pengguna sistem perdagangan daring syariah ini tercatat berhasil tumbuh sebesar 9,8% sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga

Memahami Kinerja Keuangan INDF, Penyebab Penurunan Laba di Tengah Kenaikan Penjualan

Memahami Kinerja Keuangan INDF, Penyebab Penurunan Laba di Tengah Kenaikan Penjualan

Langkah kelima sekaligus yang terakhir adalah memahami bahwa setiap investasi yang Anda lakukan merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi yang lebih besar. Hasan Fawzi mengingatkan bahwa potensi besar yang dimiliki Indonesia tidak secara otomatis menjadikan negara ini sebagai pemimpin ekonomi syariah global tanpa adanya upaya berkelanjutan. Hal tersebut hanya akan menjadi keunggulan apabila diikuti oleh reformasi kebijakan, inovasi produk dan layanan, serta upaya penguatan tata kelola untuk meningkatkan kepercayaan para investor. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjembatani kesenjangan antara pasar keuangan dengan ekonomi riil, sehingga pembiayaan syariah benar-benar mengalir kepada sektor yang produktif dan pada gilirannya mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKpasar modal syariahinvestasi syariahsaham syariahSOTSsukuk korporasi

Berita Terbaru Lainnya

Spesifikasi dan Fitur Premium DENZA D9 untuk Mendukung Mobilitas ProfesionalPembahasan Raperda Pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD Kota BandungHarga Acuan Batu Bara dan Mineral RI Periode Pertama Agustus 2026BRI Life Raih Empat Penghargaan Bergengsi di Industri Asuransi Jiwa hingga Juli 2026PJT I Buka Kembali Akses Terbatas Kendaraan Roda Empat di Bendungan Lahor Jalur Malang-BlitarKolaborasi Ekonomi Kreatif, Idgitaf Siapkan Lagu Orisinal untuk Home Sweet Loan The MusicalInsiden KMN Sardi Utama 02, Risiko Keamanan Perbatasan bagi Ekonomi Nelayan MeraukePergerakan IHSG dan Rupiah pada Pembukaan Perdagangan Awal Pekan

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap