tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Ekonomi Digital

Cara Mengamankan Aset dengan Tabungan Dolar AS untuk Nasabah Ritel

Andi SompaDiterbitkan 30 Jul 2026 - 18.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Mengamankan Aset dengan Tabungan Dolar AS untuk Nasabah Ritel
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Menyimpan dana dalam bentuk valuta asing (valas), khususnya dolar AS, kini menjadi langkah yang semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data per Juni 2026, jumlah rekening dolar AS mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan, yakni mencapai 185,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Selain itu, nominal tabungan valas secara keseluruhan telah menyentuh angka Rp1.741,46 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 19,5% yoy. Tren ini menunjukkan bahwa menabung valas bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan strategi yang kian aktif digunakan oleh nasabah untuk mengelola dana mereka.

Langkah pertama dalam memanfaatkan tabungan valas adalah memahami tujuan utamanya, yaitu sebagai aset lindung nilai (hedging). Chief Economist Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Winang Budoyo, menjelaskan bahwa lonjakan kepemilikan rekening dolar AS ini terjadi karena masyarakat tengah mencari instrumen pelindung nilai. Ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, mengonversi sebagian dana ke dalam mata uang asing menjadi langkah logis. Menurut Winang, perputaran uang di masyarakat sebenarnya tidak berubah secara drastis, melainkan terjadi peralihan bentuk dari rupiah ke dolar AS demi menjaga keamanan nilai aset yang dimiliki.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
Baca Juga

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Dalam merencanakan pembuatan rekening valas, Anda perlu melihat tren segmentasi nasabah yang ada saat ini. Pertumbuhan rekening dolar AS yang mencapai lebih dari 180% yoy ini sebagian besar didorong oleh nasabah ritel atau perorangan. Winang Budoyo memaparkan bahwa kelompok korporasi umumnya sudah memiliki rekening valas sejak lama, sehingga pertumbuhan masif yang terjadi baru-baru ini bersumber dari nasabah individu. Namun, di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan nominal simpanan dolar yang tinggi ini ditopang oleh rekening dengan tiering nominal di atas Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa strategi lindung nilai ini dilakukan baik oleh nasabah ritel menengah maupun nasabah dengan dana besar.

Bagi nasabah perorangan yang ingin mengikuti langkah ini, prosesnya dimulai dengan mengonversi sebagian simpanan rupiah menjadi dolar AS melalui pembukaan rekening valas di bank. Anda tidak perlu mengubah seluruh portofolio keuangan Anda, melainkan cukup mengalokasikan porsi tertentu yang ditujukan untuk menjaga nilai jangka panjang. Dengan memindahkan sebagian saldo rupiah ke dalam mata uang dolar AS, Anda dapat mengurangi risiko penurunan daya beli akibat depresiasi nilai tukar rupiah.

Baca Juga

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Penting untuk diingat bahwa strategi menabung dolar AS ini memiliki keterbatasan dan ketidakpastian tertentu. Konversi mata uang ini pada dasarnya bertujuan untuk mengamankan nilai uang (lindung nilai) dari pelemahan rupiah, bukan sebagai instrumen untuk menghasilkan keuntungan instan atau pendapatan tetap yang dijamin. Pergerakan nilai tukar mata uang asing bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global serta domestik. Oleh karena itu, nasabah harus tetap cermat dalam memantau perkembangan nilai tukar dan menyadari bahwa konversi kembali ke rupiah di masa depan akan sangat bergantung pada kondisi pasar saat transaksi dilakukan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Dolar AStabungan valaslindung nilaikeuangan ritelPerbanasLPS

Berita Terbaru Lainnya

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaMenyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaCara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPKMewaspadai Modus Ganjal ATM, Pelajaran dari Kasus Penyergapan di PamulangDampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Paling Banyak Dibaca

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

Ekonomi Digital

Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90

30 Jul 2026

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

Pasar Saham

IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

Ekonomi Digital

Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif Indonesia

30 Jul 2026

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

Regulasi & Kepatuhan

Cara Memastikan Laporan LHKPN dan Gratifikasi Sesuai Ketentuan KPK

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Analisis Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Bawah US$90Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  2. 2Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  3. 3IHSG Menguat 0,72 Persen di Sesi I 30 Juli 2026, Saham Perbankan Jadi Penopang UtamaPasar Saham 路 30 Jul 2026
  4. 4Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Cara Membaca Peluang Bisnis dari Transisi Industri Otomotif IndonesiaEkonomi Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap