Menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan langkah awal yang krusial sebelum memasuki dunia kerja profesional dan ekonomi digital. Namun, proses ini sering kali terhambat oleh kendala administrasi skripsi yang dapat memicu tekanan psikologis bagi mahasiswa. Kasus yang baru-baru ini terjadi pada Jessica Sofia Tunardjo, seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi contoh nyata betapa beratnya beban tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar pada Jumat, 31 Juli 2026, sebuah video berdurasi 31 detik menjadi viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, Jessica tampak tergeletak di lantai sambil berteriak histeris. Ia disebut mengalami depresi menjelang ujian skripsi akibat adanya permintaan mendadak untuk mengganti dosen penguji. Insiden ini menyoroti pentingnya strategi yang tepat dalam menghadapi hambatan birokrasi kampus agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan siap memulai karier.








