Industri perhotelan kerap menghadapi tantangan besar saat memasuki fase ketidakpastian ekonomi, seperti era suku bunga tinggi yang terjadi pada tahun 2026. Bagi para pelaku usaha dan investor di sektor properti serta hospitality, menentukan langkah taktis sangat krusial demi menjaga kelangsungan operasional dan profitabilitas bisnis. Kenaikan suku bunga sering kali membuat biaya pinjaman membengkak, sehingga strategi ekspansi konvensional perlu ditinjau ulang. Salah satu referensi strategi praktis dapat dipelajari dari langkah yang diambil oleh PT Pollux Hotels Group Tbk (dengan kode saham POLI di pasar modal).
Melalui pemaparan Presiden Direktur PT Pollux Hotels Group Tbk, Handojo Koentoro Setyadi, dalam program AutoBizz di CNBC Indonesia bersama Serliana Salsabila pada Jumat, 31 Juli 2026, terungkap bahwa ada beberapa langkah strategis yang bisa diterapkan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Pendekatan ini tidak hanya relevan untuk perusahaan skala besar, tetapi juga bisa diadaptasi oleh para pemilik aset perhotelan lainnya yang ingin mengamankan arus kas. Berikut adalah panduan langkah demi langkah dalam mengoptimalkan kinerja bisnis hotel ketika menghadapi ketidakpastian pasar.








