tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Digital Economy & Earning

Cara Sudono Salim Mengambil Keputusan Bisnis dan Memilih Mitra Strategis

Sri NugrohoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 12.01 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Sudono Salim Mengambil Keputusan Bisnis dan Memilih Mitra Strategis
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Mengambil keputusan strategis dalam membangun sebuah bisnis sering kali melibatkan berbagai metode yang unik. Salah satu tokoh legendaris dalam sejarah ekonomi Indonesia yang memiliki pendekatan tersendiri adalah Sudono Salim, yang juga dikenal dengan nama Liem Sioe Liong. Sebagai pendiri Grup Salim, ia memiliki rekam jejak panjang dalam membangun jaringan usahanya hingga menjadi salah satu konglomerat terbesar di tanah air. Bagi Anda yang tertarik mempelajari bagaimana sang pengusaha merumuskan langkah bisnisnya di masa lalu, berikut adalah panduan langkah demi langkah berdasarkan kebiasaan historis Sudono Salim. Perlu ditekankan bahwa metode ini adalah bagian dari catatan sejarah dan tidak menjamin keuntungan finansial atau keberhasilan tanpa risiko di era modern.

Langkah pertama yang selalu diterapkan oleh Sudono Salim sebelum memulai proyek berskala besar adalah mencari petunjuk spiritual. Ia memiliki kebiasaan rutin melakukan perjalanan darat dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam tersebut dilakukannya sebanyak tiga hingga lima kali dalam satu tahun. Setibanya di lokasi, ia biasanya berdiam diri di dalam sebuah kuil Tionghoa untuk menjalankan sejumlah ritual. Dalam proses pencarian petunjuk ini, Salim menggunakan metode menggoyangkan tabung bambu yang berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu. Ketika sebatang lidi jatuh, tulisan di dalamnya akan dibaca serta ditafsirkan langsung oleh peramal atau rahib setempat.

Langkah kedua adalah menyeleksi mitra kerja strategis dengan mengacu pada petunjuk yang telah didapatkan. Sebuah contoh nyata terjadi pada tahun 1975 ketika Sudono Salim secara kebetulan bertemu dengan Mochtar Riady dalam sebuah penerbangan menuju Hong Kong. Di atas pesawat, Mochtar Riady menyampaikan niatnya untuk membangun sebuah bank baru. Pada waktu yang bersamaan, Salim kebetulan sedang mencari sosok pengelola untuk tiga bank miliknya, yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Keputusannya untuk menggandeng Mochtar Riady sangat dipengaruhi oleh konsultasinya dengan peramal sepulang dari Gunung Kawi. Saat itu, ia dengan yakin menyatakan bahwa dirinya akan menjadi figur Tang Sheng bagi Mochtar Riady. Kemitraan ini membuahkan hasil luar biasa, di mana BCA sukses bertumbuh menjadi bank swasta paling besar di Indonesia sejak era 1980-an sampai sekarang.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Langkah ketiga berkaitan dengan pemilihan lokasi kerja yang mengedepankan feng shui dibandingkan kemewahan. Pada tahun 1968, Sudono Salim bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Gang of Four bersiap untuk merintis sebuah usaha bersama. Kelompok konglomerat ini beranggotakan Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, Ibrahim Risjad, dan Salim sendiri. Alih-alih menyewa gedung yang luas, ia justru bersikeras memakai sebuah ruangan kantor yang sangat sempit. Ruangan tersebut tampil sangat sederhana tanpa pendingin udara, serta hanya diisi dengan dua buah kursi, satu meja kerja, dan satu pesawat telepon. Salim meyakini bahwa lokasi sempit itu memiliki feng shui yang sangat baik untuk mendatangkan keberuntungan. Keyakinan tersebut terbukti ketika bisnis patungan ini berkembang pesat dan bertindak sebagai landasan utama bagi perluasan kerajaan bisnis Salim di kemudian hari.

Langkah keempat adalah disiplin dalam menghindari potensi kerugian finansial dengan tidak mengabaikan arahan yang telah diterima. Sudono Salim memiliki kepercayaan penuh pada setiap nasihat yang diberikan oleh peramal. Ia meyakini bahwa jika dirinya mengabaikan petunjuk tersebut, ia bisa saja mengambil keputusan yang salah. Kesalahan dalam mengambil keputusan bisnis ini dinilainya berpotensi mendatangkan kerugian finansial yang sangat besar. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap hasil tafsiran spiritual menjadi bentuk manajemen risikonya di masa tersebut.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sebagai kesimpulan, perjalanan Sudono Salim dari kebiasaannya bolak-balik ke Gunung Kawi hingga sukses menjadi konglomerat besar di Indonesia memperlihatkan pendekatan bisnis yang sangat khas. Keputusannya selalu melibatkan perpaduan antara peluang bisnis di lapangan dan keyakinan personal. Mempelajari sejarah perjalanan bisnis ini memberikan wawasan tentang bagaimana para pengusaha masa lalu membangun fondasi usahanya, meskipun penerapan di masa kini tetap harus disesuaikan dengan dinamika ekonomi modern.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sudono SalimMochtar RiadyBCAGunung KawiSejarah BisnisTips Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap