Seorang operator teleprompter di Gedung Putih, Gabriel Perez, resmi menyelesaikan kasus dugaan insider trading dengan regulator pasar berjangka Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Perez terbukti memanfaatkan akses istimewanya terhadap naskah pidato Presiden Donald Trump untuk mengeruk keuntungan di platform pasar prediksi.
Atas pelanggaran tersebut, Perez sepakat membayar denda sipil sebesar US$65.000 atau sekitar Rp1,14 miliar. Selain denda, ia diwajibkan menyerahkan seluruh hasil keuntungan taruhannya yang bernilai lebih dari US$107.000 (sekitar Rp1,87 miliar) kepada CFTC, serta menerima sanksi larangan beraktivitas di pasar perdagangan daring selama tiga tahun.
Modus Bocoran Kata dalam Naskah Pidato
Praktik lancung ini berjalan dengan memanfaatkan draf pidato kepresidenan sebelum dibacakan secara resmi ke publik. Perez menempatkan posisi taruhan di platform prediksi Kalshi sejak Desember, termasuk pada agenda pidato kenegaraan bulan Juli dan pidato State of the Union pada Februari.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Skema yang dijalankan terbilang terstruktur. Perez membeli kontrak opsi "Ya" pada pasar prediksi jika sebuah kata tertentu tercantum di dalam draf naskah pidato presiden. Sebaliknya, ia memasang kontrak "Tidak" untuk kata-kata yang ia ketahui tidak tercantum dalam draf tersebut.
Kecurangan ini terendus langsung oleh pihak internal Kalshi setelah sistem mendeteksi pola transaksi yang tidak wajar. Kalshi kemudian menginterogasi Perez, membekukan akunnya, serta menahan keuntungan senilai lebih dari US$90.000 sebelum menyerahkan temuan investigasi tersebut kepada CFTC. Kepala penegakan hukum pemerintah Kalshi, Robert J. DeNault, menegaskan bahwa kepatuhan aturan berlaku mutlak bagi seluruh pengguna tanpa memandang posisi maupun instansi.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Tindakan Gedung Putih dan Pengawasan Pasar Prediksi
Gedung Putih sebetulnya telah merilis memo resmi pada Maret yang melarang seluruh staf menyalahgunakan kewenangan atau posisi mereka untuk bertaruh di platform pasar prediksi. Mantan juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa pihak pemerintah tidak mengetahui aktivitas taruhan tersebut dan menyebut Presiden Trump sangat murka atas tindakan perdagangan ilegal berbasis informasi orang dalam yang dilakukan stafnya. Buntut dari kasus ini, Perez telah dinonaktifkan dari pekerjaannya tanpa menerima gaji.
Penegakan hukum terhadap Perez menambah daftar panjang pengawasan ketat regulator AS terhadap penyalahgunaan informasi rahasia di platform prediksi digital. Sebelumnya, seorang personel militer yang terkait operasi penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicol谩s Maduro didakwa memanfaatkan data rahasia guna meraup lebih dari US$400.000 di platform Polymarket. Otoritas AS juga tengah memproses dakwaan anggota militer lain atas taruhan terkait serangan militer di Iran dan Venezuela senilai lebih dari US$1 juta, serta memeriksa seorang karyawan firma akuntansi KPMG atas taruhan kinerja laba emiten publik.






