PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) secara signifikan pada semester I-2026. Efisiensi beban dana ini didorong oleh penguatan porsi dana murah atau current account savings account (CASA) dalam struktur pendanaan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2026, CoF BRI menyusut ke level 2,4%. Angka ini turun sekitar 100 basis poin (bps) dibandingkan posisi semester I-2025 yang tercatat sebesar 3,4%.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa penurunan biaya dana tersebut sejalan dengan strategi perseroan yang fokus memperbesar porsi dana murah. Menurutnya, BRI tengah membangun pertumbuhan yang sehat dan berkualitas guna memperkuat fondasi ekspansi ke depan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Komposisi Dana Murah dan Pertumbuhan DPK
Hingga akhir Juni 2026, rasio CASA BRI naik menjadi 67,6%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di level sekitar 65,5%. Secara nominal, perolehan CASA perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 10,1% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BRI mencapai sekitar Rp1.581 triliun, atau tumbuh 6,7% yoy. Struktur DPK tersebut ditopang oleh dana tabungan senilai Rp619,1 triliun dan giro sebesar Rp449,6 triliun, sehingga akumulasi dana murah menyentuh sekitar Rp1.068,7 triliun. Di sisi lain, dana mahal berupa deposito tercatat sebesar Rp512,0 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kinerja Laba dan Penurunan Beban Bunga
Pergeseran struktur dana ke instrumen berbiaya rendah secara langsung menekan beban operasional pendanaan perseroan. Beban bunga BRI menyusut 5,9% yoy menjadi Rp27,39 triliun pada semester I-2026. Pada saat yang sama, pendapatan bunga tumbuh 5,4% yoy menjadi Rp107,92 triliun.
Kombinasi kenaikan pendapatan bunga dan efisiensi biaya dana menghasilkan pertumbuhan pada pendapatan bunga bersih serta pendapatan jasa asuransi sebesar 10,1% yoy menjadi Rp81,18 triliun. Kinerja tersebut mendorong laba bersih konsolidasian BRI pada semester I-2026 mencapai Rp31,2 triliun, naik 17,5% yoy dibandingkan raihan semester I-2025 senilai Rp26,53 triliun.






