Perselisihan masalah parkir berujung maut di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Seorang juru parkir minimarket bernama Dedi tewas setelah diterjang tembakan yang dilepaskan oleh anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA. Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, polisi berpangkat bintara tinggi tersebut memuntahkan antara tujuh hingga delapan butir peluru di lokasi kejadian.
Insiden berdarah ini tidak hanya merenggut nyawa juru parkir, tetapi juga menyebabkan luka-luka pada pelaku penembakan serta seorang warga sekitar. Aipda AA mengalami luka bacok pada tangan kanan dan kehilangan satu jari tangan kirinya akibat sabetan senjata tajam. Sementara itu, seorang warga berinisial MA harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena dugaan peluru nyasar di bagian leher kanan saat mengintip dari jendela tempat jahit sepatu di dekat tempat kejadian perkara (TKP).
Kronologi Cekcok dan Penyerangan di Lokasi
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (27/8) malam saat Aipda AA mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih dan memarkirkan kendaraannya di sekitar warung makan Gorontalo untuk berbelanja di salah satu minimarket. Tak lama berselang, Dedi menghampiri Aipda AA hingga terjadi perdebatan mengenai parkir kendaraan yang kemudian memicu bentrokan fisik.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dalam pertikaian tersebut, Dedi mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan melancarkan serangan. Aipda AA sempat menangkis sabetan parang itu, yang mengakibatkan luka parah pada kedua tangannya hingga jari tangan kirinya putus.
Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Achmad Muhaimin menjelaskan bahwa Aipda AA berada dalam posisi terdesak saat penyerangan berlangsung. Anggota Propam tersebut kemudian mencabut senjata api dinasnya dan melepaskan satu kali tembakan peringatan. Namun, karena Dedi tetap merangsek maju dan mengejarnya, Aipda AA akhirnya melepaskan rentetan tembakan ke arah korban. Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismailboby mengonfirmasi bahwa ada sekitar tujuh hingga delapan peluru yang dimuntahkan dari senjata Aipda AA.
Penanganan Medis dan Pemeriksaan Propam
Seusai baku hantam dan penembakan, tiga orang yang terluka dilarikan ke fasilitas medis terpisah di Palu. Aipda AA dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk menjalani penanganan luka sabetan senjata tajam. Di sisi lain, Dedi dan MA dibawa ke Rumah Sakit Tingkat III Dr Shindu Trisno.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kondisi luka tembak yang dialami Dedi membuat pihak medis merujuknya ke RSUD Anutapura Palu. Kendati demikian, nyawa juru parkir tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit rujukan tersebut. Adapun korban MA masih menjalani perawatan intensif akibat luka pada bagian lehernya.
Aparat kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi serta melakukan olah TKP guna mengumpulkan barang bukti dan merekonstruksi peristiwa penembakan. Polda Sulawesi Tengah memastikan bahwa Aipda AA akan menjalani pemeriksaan internal di Bidang Propam Polda Sulteng untuk mendalami potensi kelalaian atau dugaan pelanggaran prosedur standar operasional (SOP) terkait penggunaan senjata api dinas.






