Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat, menjadi korban penipuan pembelian tiket bus antarpulau melalui platform TikTok setelah terdampak penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para korban sempat tertahan di area bandara sebelum memperoleh penanganan dari aparat kepolisian setempat.
Peristiwa ini bermula pada Senin, 7 September 2026, saat jadwal penerbangan ketujuh mahasiswi tersebut menuju Padang tidak dapat beroperasi akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menghadapi pembatalan jalur udara, kelompok mahasiswi ini memutuskan mencari alternatif transportasi darat agar dapat segera pulang ke daerah asal.
Dalam proses pencarian tersebut, mereka menemukan akun TikTok yang menawarkan jasa penjualan tiket bus rute Jakarta鈥揚adang. Transaksi kemudian berlanjut melalui percakapan di aplikasi WhatsApp. Setelah menyepakati rincian pemesanan, para korban mentransfer total dana sebesar Rp5,8 juta ke rekening yang ditunjukkan pihak penjual.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Namun, setelah pembayaran lunas dikirimkan, pelaku tidak kunjung menerbitkan tiket maupun kepastian mengenai titik dan waktu keberangkatan. Pelaku tak lama kemudian memblokir nomor WhatsApp korban, meninggalkan mereka terlantar di kawasan Bandara Soekarno-Hatta tanpa armada penjemputan.
Menyadari telah menjadi korban penipuan digital, para mahasiswi mendatangi kantor Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk melaporkan perkara tersebut kepada Satreskrim. Mengingat laporan masuk saat malam hari dan menjaga aspek keselamatan korban, pihak kepolisian menampung serta memfasilitasi mereka untuk beristirahat di Ruang Pelayanan Khusus Polresta Bandara Soetta.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta kemudian membuka langkah penyelidikan atas dugaan tindak pidana penipuan tiket tersebut. Bersamaan dengan proses hukum yang berjalan, jajaran Satreskrim membelikan tiket perjalanan bus resmi agar rombongan mahasiswi dapat melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat.
Pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, personel kepolisian mengantar ketujuh mahasiswi tersebut menuju Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Mereka akhirnya diberangkatkan menuju Padang menggunakan armada bus PO Lampung Jaya.






