Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi dibuka kembali pada Selasa (8/9) setelah sempat ditutup sementara sejak Minggu (6/9). Penutupan fasilitas penerbangan ini sebelumnya dipicu oleh ancaman sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu keselamatan jalur udara.
Kebijakan penutupan sementara tersebut berdampak luas pada pembatalan dan penundaan jadwal penerbangan, baik rute domestik maupun internasional. Sejumlah calon penumpang terpaksa bertahan di area bandara selama berhari-hari hingga jadwal operasional dipulihkan.
Pengalaman tertahan di bandara dialami oleh Mulyani, seorang calon pekerja migran Indonesia yang hendak bertolak ke Taiwan. Saat ditemui di Terminal 3 pada Selasa (8/9), ia menerangkan bahwa keberangkatannya mengalami penundaan selama dua hari, terhitung sejak 6 hingga 7 September, sebelum akhirnya memperoleh kepastian terbang.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kondisi serupa dirasakan oleh Mark, seorang warga negara Hong Kong. Rencana perjalanannya yang semula dijadwalkan pada hari Minggu terpaksa diatur ulang hingga hari Selasa akibat dampak abu vulkanik tersebut.
Kisah penantian yang lebih panjang dijalani oleh Mariyati (50), seorang calon penumpang yang sedang melakukan perjalanan transit dari Lampung menuju Kalimantan. Mariyati bersama anak dan cucunya bertahan di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta selama hampir empat hari. Ia tiba di bandara pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB usai berangkat dari Lampung pada Sabtu malam.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Mariyati memilih untuk tidur di area terminal demi menghemat pengeluaran dan menghindari biaya penginapan tambahan, terlebih karena ia belum mengenal kawasan sekitar bandara. Selama menunggu, pihak kepolisian setempat sempat memberikan bantuan dengan mengantar anak Mariyati keluar kawasan bandara untuk membeli makanan yang lebih terjangkau.
Penantian panjang para penumpang tersebut berakhir lega setelah aktivitas penerbangan dinyatakan aman untuk beroperasi kembali. Mariyati akhirnya memperoleh kepastian jadwal terbang menuju Kalimantan pada Selasa pukul 13.00 WIB seiring berjalannya normalisasi jadwal di Bandara Soetta.






