Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengajak santri SMP Habibi Bina Cendikia untuk memahami peran dan fungsi lembaga legislatif. Selain itu, para santri juga didorong agar memiliki keberanian bermimpi menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Cucun saat menerima kunjungan edukasi parlemen dari santri SMP Habibi Bina Cendikia yang berasal dari Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (2/9).
Mengenalkan Tiga Fungsi Utama Parlemen
Dalam kegiatan edukasi tersebut, Cucun memperkenalkan tiga fungsi utama yang dijalankan oleh DPR RI, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ia menjelaskan keterkaitan fungsi-fungsi tersebut dengan tata kelola negara dan kesejahteraan rakyat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Terkait fungsi anggaran, Cucun menerangkan bahwa ranah ini berkaitan erat dengan proses pembahasan dan persetujuan penggunaan uang negara melalui APBN. Sementara itu, fungsi pengawasan dilakukan guna memastikan seluruh kebijakan serta anggaran yang telah disetujui benar-benar dilaksanakan demi kemanfaatan masyarakat luas.
Cucun juga memaparkan bukti nyata kehadiran kebijakan negara untuk kalangan pesantren, salah satunya melalui keberadaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Keberadaan undang-undang tersebut menunjukkan bentuk pengakuan resmi negara terhadap pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
Literasi Digital dan Tantangan Zaman
Di samping materi keparlemenan, Cucun mengingatkan para santri agar senantiasa bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang perlu disikapi secara hati-hati oleh generasi muda.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Cucun menyoroti beberapa potensi ancaman digital yang menyasar generasi muda, seperti peredaran berita bohong, praktik judi daring, hingga jeratan pinjaman daring. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membekali diri dengan kemampuan literasi digital yang memadai.
Sebagai penutup, Cucun mendorong para santri untuk terus memperdalam ilmu agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi utama agar santri siap menghadapi perkembangan zaman dan membawa perubahan positif bagi bangsa.






