Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk di zona merah pada perdagangan sesi I hari Selasa, 11 Agustus 2026. Sejak awal perdagangan dibuka, indeks acuan pasar modal Indonesia ini langsung tertekan dan sempat mengalami penurunan hingga 1,15%. Pada saat pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 6.383,81, namun sayangnya indeks tidak mampu mempertahankan posisinya dan terus melemah hingga penutupan sesi I. Pada penutupan sesi pertama tersebut, IHSG akhirnya parkir di level 6.309,87, setelah mengalami penurunan sebesar 55,50 poin atau melemah 0,87%.
Sepanjang berlangsungnya perdagangan sesi I, pergerakan indeks terpantau bergerak fluktuatif di dalam rentang batas bawah 6.291,19 hingga batas atas 6.388,58. Berdasarkan data perdagangan yang ada, mayoritas saham tercatat mengalami pelemahan. Secara rinci, terdapat sebanyak 488 saham yang berakhir melemah di zona merah. Sementara itu, hanya ada 169 saham yang berhasil menguat, dan sebanyak 306 saham lainnya terpantau stagnan alias tidak mengalami perubahan harga jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Aktivitas perdagangan pada sesi I ini mencatatkan total volume transaksi yang mencapai 20,04 miliar saham. Nilai transaksi keseluruhan yang tercipta dari aktivitas tersebut menyentuh angka Rp7,83 triliun, yang tersebar dalam 1,21 juta kali transaksi. Dari keseluruhan nilai transaksi tersebut, aktivitas investor asing tercatat cukup dominan dengan total nilai transaksi asing mencapai Rp4,13 triliun. Rincian transaksi investor asing ini terdiri dari aksi beli asing (foreign buy) sebesar Rp1,68 triliun dan aksi jual asing (foreign sell) yang lebih besar yaitu mencapai Rp2,45 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Dengan nilai penjualan yang lebih besar daripada pembelian, investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp774,89 miliar di seluruh pasar pada sesi I. Aksi pelepasan portofolio oleh asing ini terpusat pada beberapa saham unggulan. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi saham dengan nilai penjualan bersih asing terbesar, dengan angka penjualan mencapai Rp131,35 miliar. Selain DSSA, investor asing juga gencar melepas saham-saham perbankan besar di tanah air.
Saham perbankan yang turut dilepas oleh investor asing di antaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai penjualan mencapai Rp87,19 miliar. Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusul dengan catatan net sell asing senilai Rp81,23 miliar. Pelepasan saham BBCA oleh investor asing ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap pergerakan pasar, di mana saham BBCA tercatat menjadi penekan utama yang mendorong penurunan IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG ini juga tercermin dari seluruh sektor saham yang kompak berakhir di zona merah. Penurunan ini dipimpin oleh sektor utilitas yang merosot tajam sebesar 1,38%, serta sektor finansial yang terkoreksi sebesar 1,14%. Tekanan pada pasar saham domestik ini terjadi di tengah situasi eksternal global yang sedang memanas. Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuntut agar Iran pagar kompensasi atas korban perang sebagai syarat untuk mencapai kesepakatan damai. Sentimen ini memicu lonjakan harga minyak dunia sekitar 5%, di mana minyak jenis WTI ditutup pada level US$82,13 per barel dan Brent berakhir di posisi US$87,72 per barel.






