Kebakaran melanda area permukiman warga dan sebuah gedung kosong di kawasan Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Senin (31/8/2026). Dalam menangani peristiwa tersebut, petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sempat menemui kendala akses saat berupaya menjangkau area gedung kosong.
Kendala Akses dan Pemadaman Manual
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan bahwa unit Bronto Skylift yang dikerahkan ke lokasi tidak dapat masuk mendekati sasaran. Kondisi akses yang sulit tersebut membuat petugas terpaksa beralih menggunakan metode manual.
Untuk menjangkau titik api di dalam gedung, petugas pemadam memanfaatkan tangga yang tersedia, termasuk tangga tunggal (single ladder). Bersama-sama dengan keseluruhan anggota di lapangan, petugas berupaya memanjat dan menyisir gedung secara manual untuk memadamkan kobaran api.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Titik Api Lantai 13 dan Proses Overhaul
Saat melakukan penyisiran di dalam gedung kosong, petugas menemukan satu titik timbunan api yang tersisa di lantai 13. Titik api di lantai 13 tersebut kemudian langsung ditangani dan berhasil dipadamkan oleh tim di lokasi.
Setelah kobaran api utama padam, petugas segera melakukan proses pendinginan atau overhaul. Bayu menjelaskan bahwa tindakan overhaul ini dilakukan dengan membuka serta membongkar bagian-bagian tertentu karena dikhawatirkan masih ada sisa api di bagian dalam yang dapat memicu timbunan api kembali.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Waktu Penanganan dan Dampak Kebakaran
Peristiwa kebakaran ini pertama kali dilaporkan oleh warga kepada pihak damkar pada pukul 13.40 WIB. Petugas langsung meluncur ke lokasi dan memulai operasi pemadaman pada pukul 13.46 WIB.
Kebakaran tersebut tidak hanya melanda gedung kosong, tetapi juga berdampak luas terhadap kawasan permukiman penduduk di sekitarnya. Berdasarkan data pada papan informasi di lokasi per Senin (31/8/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 114 rumah terdampak kebakaran. Kejadian ini turut berdampak pada 880 jiwa dari 310 kartu keluarga (KK).






