Sebuah kontroversi di platform media sosial Threads baru-baru ini menarik perhatian publik Indonesia, khususnya mengenai etika komunikasi digital bagi para profesional. Kejadian ini bermula dari keluhan seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan yang membagikan pengalamannya saat mengakses layanan kesehatan. Melalui akun pribadinya, Yurizal mengungkapkan kekecewaannya karena harus menunggu selama delapan jam tanpa mendapatkan kejelasan mengenai ruang rawat inap. Sayangnya, sembilan hari setelah mengunggah keluhan tersebut, tepatnya pada 31 Juli 2026, Yurizal dilaporkan meninggal dunia.
Keluhan yang diunggah Yurizal tersebut memicu berbagai respons di jagat maya. Salah satu tanggapan yang kemudian memicu kecaman keras datang dari akun Threads @bennychrstn, yang diketahui milik seorang dokter bernama dr. Beni Christian Sihombing. Dalam komentarnya, dr. Beni menuliskan pernyataan bahwa jika pasien ingin pindah dengan cepat, ruang jenazah selalu kosong. Komentar yang dinilai tidak sensitif ini segera menjadi viral dan menimbulkan reaksi negatif yang meluas dari masyarakat serta otoritas kesehatan.








