tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Dampak Penundaan Pajak Marketplace bagi UMKM dan Perekonomian Nasional

Retno PurwantoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 11.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Penundaan Pajak Marketplace bagi UMKM dan Perekonomian Nasional
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah memutuskan untuk menunda pemberlakuan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas transaksi di platform marketplace. Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan situasi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat yang membutuhkan waktu untuk pulih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa implementasi pajak bagi marketplace ditunda sampai kondisi perekonomian serta daya beli masyarakat menunjukkan perbaikan yang nyata. Langkah ini diambil guna memberikan perlindungan sementara bagi sektor riil yang sedang mencoba bangkit.

Sebagai konsekuensi dari penundaan ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan membatalkan keputusan yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai penunjukan marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22. Setelah pembatalan tersebut diproses, DJP akan melakukan penunjukan kembali di masa yang akan datang saat kondisi dirasa sudah tepat. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Kementerian Keuangan

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
, Inge Diana Rismawanti, menegaskan bahwa penundaan ini sama sekali tidak mengubah substansi dari kebijakan perpajakan tersebut, melainkan hanya menggeser waktu pelaksanaannya.

Kebijakan penundaan perpajakan di ranah digital ini memicu berbagai tanggapan dan pertanyaan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta para pengelola platform e-commerce. Berikut adalah rangkuman tanya jawab untuk memperjelas situasi perpajakan marketplace saat ini.

Bagaimana mekanisme pengembalian pajak yang terlanjur dipotong sebelum keputusan penundaan diterbitkan?

Bagi pelaku usaha yang pajaknya sudah terlanjur dipotong sebelum kebijakan penundaan ini resmi diumumkan, regulasi menetapkan bahwa dana tersebut harus dikembalikan secara utuh. Pihak marketplace yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 wajib mengembalikan dana pungutan tersebut kepada para Pedagang Dalam Negeri. Proses pengembalian ini menjadi bagian penting dari pembatalan keputusan penunjukan pemungut pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Baca Juga

Panduan Memenuhi Saldo Minimal Nasabah Prioritas BRI, Mandiri, dan BNI per Agustus 2026

Panduan Memenuhi Saldo Minimal Nasabah Prioritas BRI, Mandiri, dan BNI per Agustus 2026

Apa dampak langsung dari penundaan pengenaan PPh Pasal 22 ini bagi kondisi keuangan pelaku UMKM?

Penundaan pungutan pajak ini memberikan ruang yang sangat berarti bagi pelaku UMKM untuk menjaga stabilitas arus kas mereka. Menurut ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, ruang kas yang terjaga ini sangat krusial agar pelaku usaha tidak perlu mengambil langkah ekstrem seperti menaikkan harga jual produk atau mengurangi kegiatan promosi yang sedang berjalan. Dengan demikian, pelaku usaha kecil tetap dapat bersaing di pasar digital tanpa harus menanggung beban tambahan.

Bagaimana penundaan pajak marketplace ini memengaruhi kondisi perekonomian nasional?

Kebijakan penundaan ini memiliki dampak langsung terhadap perekonomian nasional, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. Saat ini, tingkat kepercayaan konsumen dan angka penjualan ritel di Indonesia belum menunjukkan pemulihan yang kuat dan stabil. Dalam kondisi seperti ini, pengenaan beban administrasi baru serta pungutan pajak tambahan justru berisiko menekan aktivitas transaksi di marketplace, yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga

Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Gunung Semeru di YouTube Adalah Hoaks

Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Gunung Semeru di YouTube Adalah Hoaks

Apa saja tantangan baru atau dampak negatif yang timbul akibat penundaan yang mendadak ini?

Meskipun menguntungkan dari sisi arus kas UMKM, penundaan ini juga menimbulkan konsekuensi tersendiri bagi pelaku industri. Bagi pengelola platform marketplace dan pelaku usaha yang telah merancang dan menyesuaikan sistem operasional mereka untuk mematuhi aturan pajak sebelumnya, penundaan ini memicu ketidakpastian baru dan meningkatkan biaya penyesuaian sistem. Di sisi lain, pelaku usaha luring atau offline juga berpotensi mempertanyakan keadilan perlakuan perpajakan, karena perbedaan aturan antara perdagangan daring dan luring dinilai belum sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah.

Langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan pemerintah selama masa penundaan kebijakan ini?

Yusuf Rendy Manilet menyarankan agar pemerintah memanfaatkan masa penundaan ini dengan sebaik-baiknya untuk merumuskan skema perpajakan digital yang lebih bertahap. Skema perpajakan baru tersebut harus dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas riil pelaku UMKM. Beberapa poin krusial yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah meliputi besaran omzet usaha, kesiapan kapasitas administrasi dari para pelaku usaha, serta penyediaan masa edukasi yang memadai sebelum aturan tersebut resmi diberlakukan kembali.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UMKMe-commerceKementerian KeuanganPajak Marketplace

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Memenuhi Saldo Minimal Nasabah Prioritas BRI, Mandiri, dan BNI per Agustus 2026Pemkab Lumajang Pastikan Video Viral Erupsi Gunung Semeru di YouTube Adalah HoaksTudingan Hambat Program Makan Bergizi Gratis Dibantah, Pemprov Bali Siapkan Lahan Fasilitas GiziCara Mengganti Nada Dering WhatsApp Call dan Chat Menggunakan File MP3Aliran Dana Asing Rp 17,28 Triliun Masuk ke Pinjol Indonesia, Apa Faktor Pendorongnya?Peminat Mobil Listrik Honda Super-ONE Membeludak, Kuota 2026 Habis Terpesan dalam SehariDestry Damayanti Masuk Daftar Calon Gubernur Bank Indonesia Pertimbangan PrabowoKemenpar Sediakan Lahan Poltekpar NHI Bandung untuk Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap