Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama jajaran pimpinan DPR menggelar rapat konsultasi dengan pembuat kebijakan fiskal dan moneter guna mematangkan arah asumsi makroekonomi tahun 2027. Dalam agenda tersebut, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memaparkan target perolehan investasi senilai Rp1.200 triliun pada 2027.
Pertemuan strategis ini melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI) Sementara Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari. Dari pihak pengelola investasi, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony, turut hadir untuk memberikan paparan operasional.
Sinkronisasi Asumsi Makro dan Target Pertumbuhan
Wakil Ketua Komisi XI DPR Fauzi Amro menyatakan bahwa rapat konsultasi tersebut membahas menyeluruh indikator makroekonomi 2027. Komponen yang dibahas meliputi pergerakan nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, pendapatan negara, belanja negara, defisit anggaran, hingga instrumen investasi pendukung.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Seluruh pihak yang hadir dalam forum tersebut menyepakati komitmen bersama untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional mencapai level 6% pada 2027. Fauzi juga memastikan bahwa sampai saat ini tidak ada perubahan terhadap postur asumsi makro APBN 2027 yang telah direncanakan.
DPR Dalami Sumber Investasi Rp1.200 Triliun
Fokus utama kehadiran Danantara dalam rapat adalah memberikan kejelasan kepada parlemen terkait rincian serta sumber pendanaan dari target Rp1.200 triliun. Menurut Fauzi, angka investasi tersebut merupakan rumusan orisinal yang disusun langsung oleh manajemen Danantara.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kehadiran COO Danantara ditujukan guna memastikan kesiapan operasional di balik target ambisius tersebut. Menjawab pertanyaan DPR terkait asal muasal dan skema perolehan modal, Danantara tengah merumuskan langkah-langkah konkret serta strategi implementasi yang terukur agar pemenuhan target investasi Rp1.200 triliun pada 2027 dapat terealisasi secara optimal guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.






