tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Investasi

Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

Ance ManoppoDiterbitkan 7 Sep 2026 - 19.00 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan sejumlah parameter ketat dalam menyeleksi industri penerima pendanaan. Lembaga pengelola investasi ini mengincar sektor-sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif, menghasilkan profitabilitas yang solid, serta memiliki prospek ekspansi yang menjanjikan di masa depan.

Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menegaskan bahwa penempatan modal Danantara tidak hanya melihat aspek keberlanjutan bisnis, tetapi juga harus mampu memberikan tingkat pengembalian investasi yang bersifat komersial (commercial rate of return).

Gandeng JBS Group Kucurkan Dana US$ 5 Miliar

Penerapan kriteria tersebut terlihat pada langkah Danantara yang menjalin kemitraan investasi bersama produsen protein global, JBS Group. Dalam skema kerja sama ini, Danantara dan JBS Group masing-masing menggelontorkan modal sebesar US$ 2,5 miliar, sehingga total dana yang dihimpun mencapai US$ 5 miliar.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

JBS Group merupakan entitas bisnis asal Brasil yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat serta mengoperasikan aset dengan pangsa pasar sekitar 45% hingga 50% di Australia. Dana kelolaan sebesar US$ 5 miliar tersebut akan difokuskan secara penuh pada dua tahun pertama untuk memperbesar kapasitas produksi bisnis protein hewani di Indonesia, sekaligus membawa masuk transfer teknologi pendukung.

Alasan Sektor Protein Hewani Menjadi Prioritas

Fokus Danantara pada komoditas protein seperti daging sapi, ikan, dan ayam didasari oleh besarnya potensi pasar konsumsi dalam negeri serta regional. Pahala memaparkan bahwa populasi Indonesia kini berada di kisaran 280 juta jiwa, sementara total populasi di Asia Tenggara menyentuh hampir 800 juta jiwa.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di samping jumlah penduduk yang besar, tingkat konsumsi protein per kapita di Indonesia saat ini tercatat masih sekitar 40% di bawah rata-rata konsumsi negara-negara maju. Di tengah penetapan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, Danantara menilai peningkatan konsumsi pangan bergizi per penduduk akan menjadi katalis utama yang mendorong lonjakan permintaan terhadap bahan makanan hewani dalam jangka panjang.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPI DanantaraJBS GroupInvestasi Pangan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap