Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan sejumlah parameter ketat dalam menyeleksi industri penerima pendanaan. Lembaga pengelola investasi ini mengincar sektor-sektor yang mencatatkan pertumbuhan positif, menghasilkan profitabilitas yang solid, serta memiliki prospek ekspansi yang menjanjikan di masa depan.
Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menegaskan bahwa penempatan modal Danantara tidak hanya melihat aspek keberlanjutan bisnis, tetapi juga harus mampu memberikan tingkat pengembalian investasi yang bersifat komersial (commercial rate of return).
Gandeng JBS Group Kucurkan Dana US$ 5 Miliar
Penerapan kriteria tersebut terlihat pada langkah Danantara yang menjalin kemitraan investasi bersama produsen protein global, JBS Group. Dalam skema kerja sama ini, Danantara dan JBS Group masing-masing menggelontorkan modal sebesar US$ 2,5 miliar, sehingga total dana yang dihimpun mencapai US$ 5 miliar.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

JBS Group merupakan entitas bisnis asal Brasil yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat serta mengoperasikan aset dengan pangsa pasar sekitar 45% hingga 50% di Australia. Dana kelolaan sebesar US$ 5 miliar tersebut akan difokuskan secara penuh pada dua tahun pertama untuk memperbesar kapasitas produksi bisnis protein hewani di Indonesia, sekaligus membawa masuk transfer teknologi pendukung.
Alasan Sektor Protein Hewani Menjadi Prioritas
Fokus Danantara pada komoditas protein seperti daging sapi, ikan, dan ayam didasari oleh besarnya potensi pasar konsumsi dalam negeri serta regional. Pahala memaparkan bahwa populasi Indonesia kini berada di kisaran 280 juta jiwa, sementara total populasi di Asia Tenggara menyentuh hampir 800 juta jiwa.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Di samping jumlah penduduk yang besar, tingkat konsumsi protein per kapita di Indonesia saat ini tercatat masih sekitar 40% di bawah rata-rata konsumsi negara-negara maju. Di tengah penetapan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, Danantara menilai peningkatan konsumsi pangan bergizi per penduduk akan menjadi katalis utama yang mendorong lonjakan permintaan terhadap bahan makanan hewani dalam jangka panjang.






