Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia terus mendorong percepatan transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui langkah penataan portofolio dan perampingan (streamlining) anak usaha. Inisiatif strategis ini diambil guna menciptakan struktur bisnis perseroan yang jauh lebih sederhana, efisien, dan fokus pada operasional utama.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyampaikan keyakinannya bahwa penyelesaian agenda perampingan anak usaha ini akan memberikan dampak positif yang nyata terhadap kinerja keuangan TLKM. Menurut Dony, langkah restrukturisasi tersebut memiliki potensi besar untuk mendongkrak profitabilitas perseroan ke depan.
"Saya yakin kalau (streamlining) ini selesai, laba Telkom paling tidak naik 30%," ujar Dony.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Target Pemangkasan Anak Usaha dan Implikasi Finansial
Dalam pelaksanaan transformasi portofolio tersebut, Telkom menargetkan pengurangan jumlah anak perusahaan secara signifikan, yakni dari 68 entitas menjadi hanya 18 entitas. Kebijakan streamlining ini secara khusus menyasar entitas-entitas di segmen B2B ICT, seperti PINS, Telkom SIGMA, Infomedia, dan sejumlah entitas lainnya di bawah klaster tersebut.
Proses penataan dan konsolidasi portofolio tersebut juga diakui membawa konsekuensi biaya bagi perseroan. Pihak manajemen Telkom mengungkapkan bahwa total cut loss dengan seluruh implikasi dan write off dari agenda streamlining anak usaha ini mencapai sekitar Rp17 triliun.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Transformasi Menuju Strategic Holding dan Alokasi Belanja Modal
Transformasi menyeluruh ini dirancang untuk mempertegas dan memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding yang berfokus pada sektor konektivitas serta infrastruktur digital.
Selain melakukan konsolidasi pada entitas anak, TLKM juga memperkuat disiplin alokasi modal perseroan. Pada periode paruh pertama tahun 2026, tercatat lebih dari 94% dari keseluruhan belanja modal (capex) Telkom dialokasikan langsung untuk memperkuat lini bisnis inti, khususnya di segmen B2C serta infrastruktur B2B.






