Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan sejumlah sektor strategis sebagai fokus investasi, terutama sektor energi dan ekonomi digital. Kedua sektor tersebut dinilai masih sangat prospektif dan memiliki potensi kuat untuk menjadi motor penggerak investasi baru di Indonesia.
Managing Director, Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan bahwa fokus utama Danantara pada saat ini berada pada sektor energi, termasuk energi terbarukan (renewable energy). Penentuan fokus ini juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik yang membuat isu ketahanan energi menjadi kian strategis.
Peluang Pusat Data dan AI
Selain fokus pada ketahanan energi, Danantara juga menyasar sektor-sektor berbasis digital, khususnya pengembangan pusat data (data center) dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pahala menyampaikan bahwa pengembangan kedua sektor teknologi tersebut membutuhkan peningkatan kapabilitas, pemenuhan sumber daya yang memadai, serta kemitraan dengan pihak lain. Langkah kolaborasi dan penguatan sumber daya ini menjadi krusial lantaran ekosistem data center dan AI belum banyak tersedia di dalam negeri.
Kendati demikian, Indonesia dinilai memiliki peluang yang sangat besar untuk menggencarkan industri data center. Pertumbuhan industri ini didukung secara langsung oleh ketersediaan sumber daya energi dan air di tanah air yang tergolong melimpah.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Integrasi Energi Terbarukan dan Infrastruktur Digital
Peluang ekspansi sektor digital tersebut kian terbuka seiring dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan sektor kelistrikan hingga mencapai kapasitas 100 Gigawatt (GW) berbasis energi terbarukan.
Program pengembangan kapasitas listrik hijau berskala besar tersebut menghadirkan peluang ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, langkah ini mendorong kemajuan dan pemanfaatan sektor energi terbarukan, sementara di sisi lain, pasokan energi bersih yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menopang operasional infrastruktur digital, terutama industri data center.






