Ajaib Group mengarahkan suntikan dana investasi strategis senilai Rp4,8 triliun dari SBI Holdings untuk memperkuat pengembangan talenta lokal serta infrastruktur layanan keuangan di tanah air. Dari total modal segar tersebut, sekitar 90 persen dialokasikan khusus untuk kebutuhan operasional dan ekspansi di Indonesia.
Fokus pemanfaatan dana dititikberatkan pada perekrutan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang teknologi, produk, bisnis, dan operasional. Langkah ini sejalan dengan struktur ketenagakerjaan Ajaib Group yang sebagian besar diisi oleh tenaga kerja dalam negeri.
Perluasan Produk dan Penetrasi Pasar Ritel
Selain penguatan SDM dan program edukasi finansial, Ajaib merancang pengembangan variasi produk investasi baru. Inisiatif tersebut mencakup penyediaan akses bagi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di instrumen pasar domestik, pasar modal luar negeri, hingga aset digital.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Saat ini, basis pengguna Ajaib telah melampaui enam juta orang yang mayoritasnya merupakan investor ritel. Penetrasi platform juga kian meluas keluar dari kota-kota besar hingga menjangkau kawasan lapis kedua (tier-two) dan lapis ketiga (tier-three). Pada segmen pasar perdana, platform ini tercatat telah memfasilitasi hampir 20 perusahaan untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham melalui mekanisme e-IPO dalam 12 bulan terakhir.
Pertumbuhan Investor Muda Nasional
Langkah ekspansi talenta dan produk ini bergulir di tengah lonjakan partisipasi masyarakat dalam ekosistem investasi formal. Data per 7 Agustus 2026 mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30,30 juta orang, menandai pertumbuhan sekitar 49 persen dibandingkan posisi pada akhir 2025.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara spesifik, jumlah investor saham telah menembus angka 10 juta orang. Dari total tersebut, sebanyak 99,8 persen merupakan pemodal ritel dan 99,84 persen berasal dari dalam negeri, dengan profil demografi yang didominasi oleh generasi muda di mana lebih dari separuh investor saham individu tercatat berusia di bawah 30 tahun.






