tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Daratan akan Makin Luas, Singapura Kaji Penggabungan Sejumlah Pulau Selatan

Wulan WijayaDiterbitkan 26 Agu 2026 - 01.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Daratan akan Makin Luas, Singapura Kaji Penggabungan Sejumlah Pulau Selatan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Pemerintah Singapura tengah mengkaji rencana jangka panjang untuk memperluas wilayah daratannya melalui penggabungan sejumlah pulau di bagian selatan. Rencana reklamasi berskala besar ini diproyeksikan membentuk sebuah pulau baru yang disebut sebagai "pulau barat" dalam beberapa dekade mendatang guna menopang pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan ruang strategis negara tersebut.

Rencana tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong saat menyampaikan pidato Hari Nasional 2026 pada 23 Agustus. Proyek ini terinspirasi dari keberhasilan pengembangan Pulau Jurong, kawasan yang sebelumnya dibentuk dari penyatuan sejumlah pulau lepas pantai dan kini berkembang pesat sebagai pusat industri energi serta kimia bertaraf global.

Rencana Penggabungan Pulau dan Kebutuhan Lahan Masa Depan

Dalam rencana reklamasi yang sedang dikaji, Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong menjadi target utama pelaksanaan studi. Selain ketiga pulau tersebut, wilayah perairan lain seperti Pulau Hantu, Pulau Jong, dan Pulau Sebarok juga berpeluang dimasukkan ke dalam area penggabungan lahan reklamasi.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Menurut Lawrence Wong, keterbatasan lahan membuat Singapura harus terus mencari dan menciptakan ruang baru. Kehadiran daratan tambahan sangat dibutuhkan untuk memenuhi berbagai sektor mendasar, mulai dari penyediaan kawasan perumahan, lapangan pekerjaan, sistem transportasi, hingga pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, pembentukan lahan baru ini ditujukan agar Singapura tetap mampu mempertahankan dan menyeimbangkan ruang terbuka hijau, kelestarian keanekaragaman hayati, serta area yang bernilai sejarah.

Visi pembangunan ini dirancang dengan rentang perencanaan jangka panjang pemerintah yang mencakup horison 50, 70, bahkan hingga 100 tahun ke depan untuk memastikan keberlanjutan wilayah perkotaan.

Penopang Industri Generasi Baru dan Fasilitas Pertahanan

Berbeda dengan pendahulunya, pulau barat baru ini dirancang tidak hanya untuk menampung sektor industri petrokimia. Daratan hasil reklamasi tersebut akan dipersiapkan guna menopang generasi industri baru, termasuk pengembangan fasilitas manufaktur canggih. Kawasan ini juga ditargetkan mampu mengakomodasi infrastruktur pembangkit listrik baru demi mencukupi kebutuhan pasokan energi Singapura di masa depan.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Selain menjadi pusat industri modern, area reklamasi ini akan menyediakan ruang untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. Kawasan daratan baru tersebut akan terus memfasilitasi keberadaan landasan udara darurat yang saat ini beroperasi di Pulau Sudong dan digunakan oleh Angkatan Bersenjata Singapura dalam situasi darurat.

Untuk mendukung konektivitas antarpulau, pemerintah Singapura merencanakan pembangunan jalur penghubung baru antara Pulau Jurong dan pulau barat tersebut. Saat ini, keseluruhan rencana penggabungan pulau masih berada dalam tahap kajian mendalam, dengan harapan proyek ini dapat turut membentuk ketahanan serta perekonomian Singapura untuk 50 tahun ke depan dan seterusnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap